Teman Tidur Suamiku
Punggung itu seolah ikut menunggu jawaban.
Hening.
Hanya suara pisau Ririn yang beradu ritmis dengan talenan. Cletak, cletak, cletak. Setiap irisan terdengar seperti detak jam yang menghitung mundur kesabarannya.
“Kok, diem sih, Non. Saya beneran penasaran, loh, ini. Bakal gak bisa tidur kalau ga dijawab sekarang.” Suara Ririn datang lagi. Sementara tangannya sibuk dengan pekerjaan di depan mata.