Kehidupan Kedua : Terbangun Di Tubuh Putri Kerajaan
Ia ragu sejenak, lalu perlahan membukanya.
Kain putih terlipat di dalamnya, dan di bawah kain itu... ada sebuah buku. Ukurannya seperti buku sekolah pada umumnya, kulitnya sudah mengelupas di pinggir, berwarna coklat tua. Di sampul depannya, terukir samar aksara Jawa kuno yang nyaris tak terbaca karena usia.
"Apa ini?! Aksara Jawa? Waduh! Aku cukup lemah kalau soal aksara!" Alea mengeluh. Namun tetap lanjut meneliti buku itu.