Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku dan Ayahku Super Tajir Melintir

Aku dan Ayahku Super Tajir Melintir

"Pen. Aku harap kau tidak bertemu siapapun yang bisa menggantikan aku. Tapi kau tidak akan pernah menikahi siapapun karena aku tidak pernah menceraikan. Tidak akan pernah." Anggara terkejut ketika ponselnya berdering. Joko sudah menghubunginya. Dia membaca pesan dari pengawal setianya itu yang membuat dirinya tersenyum. "Pen bersama dengan Ana dan Mawar sudah sampai di Malaysia. Pen bertemu dengan keluarganya di sana. Untuk sementara mereka sangat aman," gumamnya sambil membaca pesan itu. Tapi ada satu hal yang membuat Anggara terkejut. Ayahnya sudah berhasil menemukan mereka berdua, karena tentu saja pengusaha Malaysia yang sekarang memiliki rumah yang ditempati oleh Penelope, adalah sahaba
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 306 kali sebagai mbak peni gwsm
Baca
+Pustaka
MBOK JAMU SEKSI

MBOK JAMU SEKSI

"Jamu anti Gayung Lope ada gak Mbak?" Marni meskipun tak terlalu mengikuti sosial media karena baru saja bisa membeli ponsel second itupun karena paksaan pelanggan jamunya katanya biar bisa pesen lewat WA. Akhirnya demi mempertahankan pelanggan Marni membeli ponsel secon di counter dekat kontrakan yang penting bisa WA sesuai permintaan Pembelinya. "Ada toh Mbak. Namanya Jamu Pamungkas anti Pelakor alias Anti Gayung Lope." Marni dengan yakin membuat geng mamah mamah muda dengan penampilan hebring menjadi kemal alias kepo maksimal.
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 251 kali sebagai mbak peni gwsm
Baca
+Pustaka
Ah! Mantap Sekali Mbak

Ah! Mantap Sekali Mbak

gumam Mbak Maya dalam hati. Mereka pun melanjutkan perjalanan ke KUA. Sesampainya di sana, mereka ditanyai soal saksi dan wali. Karena tidak ada wali dari pihak Mbak Maya, Roni beralasan bahwa wali Mbak Maya berhalangan hadir. Roni berkata demikian agar tidak ada hambatan dalam pernikahan, sebab ia tahu Mbak Maya tidak memiliki keluarga dekat di kota. Padahal, sebenarnya Mbak Maya masih memiliki keluarga di kampung, tetapi ia belum berani memberitahu mereka tentang pernikahan ini.
1058.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai mbak peni gwsm
Baca
+Pustaka
Biaya Selamatan Meninggalnya Bapak

Biaya Selamatan Meninggalnya Bapak

Makam itu posisinya memang lebih tinggi dari desa ini sehingga masih ada jaringan di sana meski tidak 4G, tetapi lumayan dari pada tidak ada sekali seperti di rumah. "Jangan bilang kalau kamu mau balas dendam karena aku tidak mau menyambungkan wifi padamu, ya, As? Bukankah Mas Gani pernah menyambungkan wifi pada Ubay? Ya, aku masih ingat Ubay menyambung wifi untuk menelepon orang kepercayaan di toko khayalan kalian itu, kan?" seru Mbak Sindi.
18.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 737 kali sebagai mbak peni gwsm
Baca
+Pustaka
Kukembalikan anakmu, bu!

Kukembalikan anakmu, bu!

Pov Author [ Mbak Jeni, para pemegang saham memajukan pertemuan mereka besok. Jika memang nyonya Saswita masih hidup, mereka ingin melihatnya besok]. Jeni tak dapat tidur semalam. Sebuah pesan dari Suci membuat dirinya gelisah. Ia terus memikirkan bagaimana langkah untuk membalas perbuatan Amelia. Terlebih hingga hari berganti, Saswita tak juga membuka mata. Hatinya mulai gamang, bila saja ada sedikit celah memberi mereka peluang, tentu akan dia upayakan.
1031.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai mbak peni gwsm
Baca
+Pustaka
Mbak Arsitek Perancang Cinta

Mbak Arsitek Perancang Cinta

"Litu! Gawat! Mas Sakti baru saja telpon. Pak Mahendra, dia ...." "Kenapa?" tanyaku ikut panik. "Ponselmu mati? Dia kirim pesan penting. Cepat! Mas Sakti juga tidak tahu benar. dia sekarang menuju rumahnya!" Kami berlari masuk kamar dan mengambil ponselku. Aku membukanya dan terpampang panggilan telepone dengan nama sama. Begitu juga pesan. [Litu kau dimana?]
1091.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai mbak peni gwsm
Baca
+Pustaka
PULANG KAMPUNG

PULANG KAMPUNG

ucap Mbak Intan santai. Dia dan Mbak Ambar pun langsung mengambil satu bungkus gamis berwarna abu tua. Duh! Jangan sampai mereka pikir seperti gamis di pasar yang seratus ribuan, karena ini gamis branded dengan harga paling murah dua ratus ribuan.
10101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai mbak peni gwsm
Baca
+Pustaka
MENANTU AMBURADUL

MENANTU AMBURADUL

Gumamku dalam hati. Sebenarnya Aku dan Mbak Rini penasaran dengan sosok pria bermobil Alpard warna hitam seperti yang diceritakan oleh temennya Mbak Rini. Sayangnya tadi Mia pulang naik taksi, jadi kami tidak ada kesempatan untuk mengetahui lebih banyak. Emang belum rejekinya kita kali. Hahahaha. _____________
1011.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 349 kali sebagai mbak peni gwsm
Baca
+Pustaka
PLAYGIRL'S POTION

PLAYGIRL'S POTION

Dhimas pun dengan berat hati melangkah memenuhi panggilan mbak penjaga stand mi ayam. "Mbak, aku bayar pakai kartu ATM ya, atau mobile banking aja deh." "Heh! Di sini nggak bisa pakai ATM dan apaan itu mobel ... mobel ...? Mobel Legend?" Ya ampun, si mbak katrok deh. "Pesanan kamu sudah dibayar sama pacar kamu." "Aah ... Si Mbak bercanda nih, pacar yang mana?" "Yang cewek itu. Masa' yang cowok?"
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai mbak peni gwsm
Baca
+Pustaka
Bakti Seorang Menantu

Bakti Seorang Menantu

Ting … tiba-tiba satu pesan masuk ke ponsel Mala. "La, di tokomu ada Pampers dewasa?" pesan dari mbak Susan. "Nggak ada, Mbak?" "Kamu sudah baca pesan Eni di grup?" "Belum!" sahut Mala berbohong. "Katanya ibu ngompol!" tulis Susan lagi. "Oh, kok bisa!" Mala menanggapi dengan malas.
9.626.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 693 kali sebagai mbak peni gwsm
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status