Mantanku Kembali
ibuku memulai dengan nada yang tegas, "kita perlu berbicara."
Aku menahan napas. "Ada apa, Bu?" tanyaku, sedikit khawatir.
"Kita tidak punya banyak waktu. Minggu depan, kau harus menikah dengan Marlina," katanya, menatapku dengan serius.
Hatiku berdegup kencang. "Apa? Bu, aku tidak bisa melakukan itu," jawabku, berusaha menjaga nada suaraku tetap tenang.
"Ini bukan hanya tentangmu, Adrian. Ini tentang perusahaan. Kerja sama ini sangat penting. Kita perlu mengukuhkan hubungan ini," ibuku menjelaskan, suaranya semakin mendesak.
Sikat na Kabanata