Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
ARABELLA

ARABELLA

“Bagus kalau gitu.” Vian tersenyum. “Kan karena lo juga yang bantuin gue.” “Guys, ini minumannya.” Sani dan Bi Sumi datang dengan membawa nampan berisi empat gelas minum dan juga camilan. “Silakan diminum.” Bi Sumi menatap Bella lalu tersenyum. “Non Bella, ya?” “Kok bibi tahu?” Vian menyahut. “Iya, soalnya cantik kayak yang Den bilang.”
104.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 120 Beses bilang mbul
Read
+Library
Tenebrarum; Tumbal Leak

Tenebrarum; Tumbal Leak

Perlahan mulutnya mulai membaca ayat-ayat suci untuk melawan ancaman yang mengintainya. Saat mencoba melihat ke atas rerimbunan rumpun bambu, sesosok perempuan mengenakan kain jarit sedada terlihat melompat dari pucuk bambu satu ke pucuk bambu lainnya. Tidak lain, dialah pelakunya. Akan tetapi, Pak Umar tak bisa melihat dengan jelas siapa pemilik wajah di balik rambut kusut yang tergerai ke depan itu, apalagi gerakannya sangat cepat seperti kera.
102.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 63 Beses bilang mbul
Read
+Library
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

ibuku memulai dengan nada yang tegas, "kita perlu berbicara." Aku menahan napas. "Ada apa, Bu?" tanyaku, sedikit khawatir. "Kita tidak punya banyak waktu. Minggu depan, kau harus menikah dengan Marlina," katanya, menatapku dengan serius. Hatiku berdegup kencang. "Apa? Bu, aku tidak bisa melakukan itu," jawabku, berusaha menjaga nada suaraku tetap tenang. "Ini bukan hanya tentangmu, Adrian. Ini tentang perusahaan. Kerja sama ini sangat penting. Kita perlu mengukuhkan hubungan ini," ibuku menjelaskan, suaranya semakin mendesak.
2.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 76 Beses bilang mbul
Read
+Library
Mercusuar

Mercusuar

"Ibumu…. Sakit. TAHU KAMU!" Netraku langsung mendelik bersama wajah yang tetiba terperangah. "LUKMAN!" Simak terus kelanjutannya gaes. Jangan lupa subscribe, beri komentar, star, gems juga coin terbaik kamu ya.
104.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 185 Beses bilang mbul
Read
+Library
XL, Kubalas Bullyanmu Saat Aku Langsing

XL, Kubalas Bullyanmu Saat Aku Langsing

sambungnya. Mendengar kata sambel, rasanya air liur XL terbit. Gadis itu adalah penyuka rasa pedas sejati. Lemas rasanya kalau gak makan racikan ajaib itu sehari saja. "XL mana boleh makan ini, wow maknyus nih," kata Dina sambil mengambil bubur. "Tim diaduk sama tim tidak diaduk, yu balapan makannya!" seru Sonia.
104.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 94 Beses bilang mbul
Read
+Library
Anara

Anara

di ulanginya pertanyaan yang sama, setelah duduk dengan nyaman di dalam mobil. “Jimbaran, Bali!” bola mata Anara membulat sempurna, mendengar kata Bali. Gadis itu menoleh ke arah Bryan yang kelihatan tenang-tenang saja, dibelakang setir. “Kamu gak lagi bercanda, kan, Bi?” cowok itu malah senyam-senyum penuh arti. Membuat jantung Anara berdetak lebih kencang daripada sebelumnya.
9.93.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 59 Beses bilang mbul
Read
+Library
Bulu Perindu

Bulu Perindu

“Astagfirullah....” Tumbler, paket dari Anjani berisi tumbler yang dapat digunakan untuk air panas. Telapak tangan David pun merasa hangat. David memutar tutup benda itu beberapa kali ke arah kiri. Aroma yang menenangkan segera tercium oleh hidungnya. Namun seluruh panca inderanya juga seakan tertarik pada gambaran-gambaran bersama Anjani.
108.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 166 Beses bilang mbul
Read
+Library
Tumbal Bulan Suro

Tumbal Bulan Suro

Ibu langsung menghampiriku yang begitu syok mendengar kabar duka tersebut. "Bu, baru tadi pagi lho, aku bertemu dengan Mas Danu. Dia pun terlihat baik-baik saja," gumamku masih tak menyangka. Ibu mengelus bahuku berusaha menguatkan. "Sekarang kamu percaya kan kalau tumbal bulan suro di kampung ini nyata?" Refleks aku menatap wajah Ibu. "Tapi tumbal itu dipersembahkan oleh siapa dan untuk siapa, Bu? Kenapa hanya di desa kita saja yang seperti ini?"
104.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 143 Beses bilang mbul
Read
+Library
AKU VS IBUMU

AKU VS IBUMU

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺 Berikan like dan ulasan untuk cerita ini ya, biar Author tambah semangat nulisnya. Jangan lupa subscribers, agar selalu dapat pemberitahuan saat ada penambahan Bab. Makasih 🙏
6.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 232 Beses bilang mbul
Read
+Library
Renjana

Renjana

saran Irine tiba-tiba. “Hah? Gila kamu! Kamu mau mandi bareng buaya-buaya itu?” tanyaku heran dengan pemikiran Irine, meskipun tampangnya polos tapi ternyata, ckckckck. “Lebih baik mandi sama buaya daripada sama hantu!” bela Irine yang bergidik ngeri membayangkan mandi dikamar mandi pojok, bawah pohon bambu. “Ide cemerlang!” kata Ida mengangkat jari telunjuknya di samping kepala, mirip orang yang sudah memecahkan soal matematika yang paling rumit sambil tersenyum picik.
103.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 68 Beses bilang mbul
Read
+Library
PREV
12345
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status