Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mandul

Mandul

Terlebih, ada 2 kalung berlian yang ia katakan cantik itu kini berpindah ke paper bag yang dibawa oleh Ryu. "Ha, apa ini?" tanya Riri dengan lirih. Bahkan terlihat tangannya bergetar saat membuka sebuah kotak beludru berwarna hitam. Berisi sebuah kalung berlian yang sangat mewah. Berarti jika di total semua nominal itu telah mencapai angka 1M. "Bukankah kau bilang itu semua cantik? Jadi aku berikan itu semua untukmu," jawab Arnold dengan entengnya.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai mbul
Baca
+Pustaka
Istriku Teman Anakku

Istriku Teman Anakku

malu! ***** BERSAMBUNG
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 641 kali sebagai mbul
Baca
+Pustaka
MBOK JAMU SEKSI

MBOK JAMU SEKSI

"Tumben Lu bijak bener! Kesambet dikandang buaya ye?" "Iki karena Aku sering ketemu makhluk Tuhan super nyebelin!" Pas sekali Ian melewati keduanya sambil membawa tikar yang habis Mereka gunakan. "Salah, Makhluk Tuhan paling Ganteng Saya Mbak!" Tuh kan Si Ian emang paling mahir bikin Marni tersulut emosi. "Walah, iki ada wong paling pede! Ngaku gateng seenake dewe! Ora punya kaca toh dirumahmu!"
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai mbul
Baca
+Pustaka
Me

Me

Blarrr Petir menyambar kuat, malam semakin larut dan hujan yang menyertai semakin ganas. Jari telunjuk Lea terhenti disebuah buku tebal dengan memiliki sampul hardcover yang bertuliskan “ Ensiklopedia Kerajaan-kerajaan Nusantara”, buku itu merupakan buku yang hanya terdapat diperpustakaan nasional, namun karena Rebin memiliki pengaruh yang besar, dia diperbolehkan untuk menyalin buku itu sesuka hatinya. Meski sedikit bingung, tapi Lea tetap mengambil buku itu dan mencoba membacanya. Tangannya terlihat merogoh laci dan mengambil kacamata baca miliknya.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai mbul
Baca
+Pustaka
Embun Cinta

Embun Cinta

Danu tersenyum menyaksikan kejadian itu. Narga bersiap-siap kembali. Kuda-kuda yang sangat kuat, tangannya mengepal, rahangnya mengatup. Jubah hitam keabu-abuan itu dikibarkan angin. Rambutnya melambai-lambai. Tubuhnya kembali mengambang satu meter dari tanah.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai mbul
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Tumbal

Dendam Sang Tumbal

Lima buah bola api keluar dari telapak tangan Manik Jenggala, ukurannya sebesar bola kaki kini bergerak sangat cepat mengarah kepada Rendra, Rahayu, Trisula kembar serta Soleh. Soleh melompat ke depan, membaca sebuah doa, lalu mengangkat tangannya ke atas seolah menggenggam sesuatu. "Cambuk Sewu Geni, keluarlah!" perintah Soleh. Tiba-tiba saja sebuah cemeti berukuran besar sudah berada di dalam genggamannya. Soleh memukulkan benda yang ada di genggamannya itu di udara, sesuai dengan namanya, cemeti itu mengeluarkan seribu bola api seukuran bola kasti, yang mengeluarkan cahaya berwarna biru.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai mbul
Baca
+Pustaka
CALON TUMBAL

CALON TUMBAL

Ujar Selena. "Kok ketiga, yang kedua dan pertama siapa?" Tanya Linggar. "Yang kedua Rendang, yang pertama bubur." Sahut Selena sambil senyum. "Bubur..?" Linggar keheranan. "lya, bubur buatan bang Nicholas. Rasanya nggak ada duanya." Ujar Selena, Linggar pun manggut-manggut. "Abang lo jago masak ternyata.." Gumam Linggar.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai mbul
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status