Terdamparnya Sang Putri Duyung
Lagu itu bukan untuk menyerang, tetapi untuk menenangkan, untuk membangunkan ingatan yang terkubur.
Gelombang suara itu menyebar di bawah air, menyentuh setiap makhluk yang terpengaruh. Hiu-hiu yang semula ganas mulai berenang lesu, mata mereka memudar dari merah membara menjadi tatapan kosong. Belut-belut raksasa melepaskan genggamannya. Putri duyung yang tampak mati rasa, beberapa menyerupai Dewi Tirta sendiri, mengangkat kepala mereka, mata mereka berkedip-kedip seolah baru bangun dari trance.
"Mereka... mendengarku," Dewi Tirta tersenyum tipis, namun masih ada rasa sakit di matanya. "Mereka masih terikat, tapi mereka tidak akan menghalangi kita."
Bab Populer