Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gadis Binalku!

Gadis Binalku!

“Iya, kenapa juga gue datang, ya? Padahal udah ada cowok yang nemenin lo tadi.” “Itu Daniel, anak fakultas bisnis. Katanya langganan di butiknya Cath. Oh, nyokapnya yang langganan bukan dia.” Daffin nyaris mendengus. “I don’t really care though.” “Mantannya Bianca. Lo tahu Bianca yang teman gue itu kan? Sekarang ceweknya Daniel itu yang tadi ribut sama gue di toilet. Ehm namanya siapa ya? Prita? Selita? Pokoknya ada lah.”
1019.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 633 kali sebagai mei mei dan mail bucin
Baca
+Pustaka
Mencarimu dalam Bimbang

Mencarimu dalam Bimbang

Dan dengan segera aku tertuju pada beberapa pesan yang menungguku untuk segera membaca dan membalasnya. Adrian. Ia mengirimiku gambar bunga dan foto dirinya yang sedang berbaring bersama senyuman yang menghias malam yang begitu indah. Bibirnya yang sesekali maju mundur pada sebuah animasi dirinya yang berupa boomerang beberapa kali terkirim dengan gaya yang berbeda-beda. Tatapanku tak berhenti menelisik kata yang selalu ku tunggu kedatangannya dari akun palsu yang dimilikinya.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai mei mei dan mail bucin
Baca
+Pustaka
Satu Malam Untuk Selamanya

Satu Malam Untuk Selamanya

"Lan, lo di mana? Lama banget di Balinya." Itu bunyi salah satu pesan masuk yang kuterima. Pesan tersebut adalah dari Mecca. Masih banyak lagi pesan lainnya yang berasal dari Windy dan Tiara. Kubalas pesan itu. Me: Gue udah di apart. Mecca: Ih, kapan nyampenya? Kok nggak bilang-bilang kalo udah balik?
9.9142.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai mei mei dan mail bucin
Baca
+Pustaka
Pesona Suami Wasiatku

Pesona Suami Wasiatku

Di ujung lorong, ada sosok Mei Lin dengan rambut acak-acakan dan piyama bergambar kelinci, berdiri kaku seperti ketahuan mencuri kue. "Kau datang tanpa izin!" kata Mei Lin. "Aku kirim pesan." "Kapan?!" "Tadi jam enam." "Siapa yang bangun jam enam, Bos?!" "Orang produktif." "Orang normal masih mimpi jam segitu!" "Mimpi tidak menghasilkan laporan keuangan." Ibu Mei Lin tertawa terpingkal-pingkal. "Kalian berdua ini seperti sinetron."
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai mei mei dan mail bucin
Baca
+Pustaka
Tak Semanis Madu

Tak Semanis Madu

tutupnya. Sebuah pesan singkat masuk saat aku menikmati makan malam romantis bersama Abi. Kubuka lalu kubaca. [Mbak sudah menemukan scene menarik untuk pengambilan gambar, Mbak sudah kirim contohnya lewat e mail.] senyumku pun merekah saat aku membaca pesan dari Mbak Mei. "Apa kamu akan tetap bekerja malam ini? Bell, letakkan ponselmu dan matikan. Ada aku di sini!"
1065.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai mei mei dan mail bucin
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Racun Sang Tabib

Pembalasan Dendam Racun Sang Tabib

"Kamu mengalahkan ratusan peserta. Itu prestasi yang luar biasa." Irene tertawa melihat ekspresi Bima yang merasa kesal tertahan dengan Kevin, mereka berbincang sebentar, lalu Bima berpamitan untuk istirahat sejenak di toilet. Di koridor menuju toilet, Lin Mei tiba-tiba muncul dari sudut. "Bima," panggilnya. Bima menoleh. "Lin Mei. Selamat karena mendapatkan ranking 2." Lin Mei tersenyum. "Terima kasih. Kamu juga bagus. Ranking 6 dengan dua jebakan diagnosis, itu sangat luar biasa."
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai mei mei dan mail bucin
Baca
+Pustaka
Disakiti Suami, Dicintai Bos Bucin

Disakiti Suami, Dicintai Bos Bucin

"Ehh, iya ada apa Nyah?" "Kamu ini ngelamunin apa sih?" tanya Diana. "Iya Nyah, maaf." "Bagaimana menurut kamu tentang anak laki-laki saya itu." "Menurut saya Mas Alex sepertinya bucin sama Gina Nyah." "Apa itu bucin?" "Budak Cinta." "Ini tidak bisa dibiarkan, Alex harus segera di nikahkan dengan Angel!" **** Adam mengerjap karena merasakan pengap pada cuaca siang ini, gelap ketika ia membuka mata.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai mei mei dan mail bucin
Baca
+Pustaka
Broken Wings

Broken Wings

Aku Meinar, yang tempo hari sempat ngobrol di bis dari bandara. Begitu pesan terkirim, rasa sesal dan malu mengambil alih perasaanku. Pesan yang kukirimkan terlihat seperti seorang perempuan putus asa yang sedang mencari pendamping. Baru saja ingin kuhapus pesan yang kukirimkan, balasan dari pria itu masuk. [Hei, Mei. Tentu saja aku ingat, si Gadis Minang. Apa kabar Mei? Mau mampir ke tempatku?]
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai mei mei dan mail bucin
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Duda Bucin

Jerat Cinta Duda Bucin

sahut Irgi sedangkan Bima hanya terkekeh pelan. Saat ini Akbar dan Ana saling menatap, tidak menyangka akan bertemu kembali. Ana yang mengingat mulut pedas Akbar melebihi pedasnya ceker mercon level 10 yang ada di kantin kampus. Ana menunduk sedangkan Akbar masih menatap gadis yang beberapa hari ini terus hadir dalam pikirannya. Serta mengingat mulut Ana yang mengeluarkan sumpah untuknya dan konyolnya dia mengingat Ana saat melakukan penyatuan dengan Maya. Shiittt, umpat Akbar dalam hati saat merasakan celananya tiba-tiba sesak.
9.8179.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai mei mei dan mail bucin
Baca
+Pustaka
BANGKIT

BANGKIT

bisik Rabithah "Hei kelinci, gue denger apa yang Lo bisikan ke Aini." Rabithah tidak memperdulikan Reza dan Rama, ia menarik tangan Aini menuju kantin. Ketika mereka menuju kantin, Aini di hadang oleh junior mereka yang memberikan ucapan serta hadiah ulangtahun untuknya. "Terimakasih," ucap Aini kepada mereka semua. Mereka berdua melanjutkan tujuan mereka yaitu kantin. Aini memesan nasi goreng karena hari ini ia ulang tahun, sedangkan Rabithah memesan bakso kosong.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai mei mei dan mail bucin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status