Cinta Diamnya Sang CEO
“Makanya aku minta kamu buat selalu di sini Yang. Lagian kerja ada kamu itu enak, aku makin semangat.”
“Iya lembur bagai qudaaa di ranjang selepas ini.”
“Serius?”
Memang sinting!
***
Konteksnya cinta, di zaman sekarang selalu di sejajarkan dengan—bahasa bekennya—bucin. Padahal tidak seluruhnya mengarah ke arti tersebut. Namanya cinta, secara natural, pengorbanan contohnya apapun kondisinya, bagaimana pun keadaannya, pasti akan di perjuangkan. Tapi bukan berarti di perbudak oleh cinta. Makanya sering kita dengan dikit-dikit dikatain bucin. Ini dikit bucin. Begini sikapnya di kata bucin. Tidak seperti itu maknanya.
Bab Populer