Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KEMELUT CINTA

KEMELUT CINTA

kata Mama. Aku bergeming mendengar ucapannya. Wajahku menunduk menahan malu karena menjadi pusat perhatian di angkot itu. "Kamu sama sekali nggak pakai makeup ke sekolah. Mukamu jadi pucat seperti pasien rawat jalan," sambungnya. "Belum lagi selera bajumu yang... Aduh! Bikin malu!"
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai meletakkannya
Baca
+Pustaka
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Namun, dia hanya berkata dengan dingin dan acuh tak acuh. "Kamu sudah dewasa, masih saja ikut-ikutan dengan dia bermain sandiwara seperti ini!" "Dia masih kecil, belum dewasa, kamu juga mau ikut-ikutan buat masalah?" Suaranya keras, menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Di tengah hiruk pikuk percakapan yang ramai, suara Tante Sandra terdengar lemah dan serak dari seberang telepon.
8.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai meletakkannya
Baca
+Pustaka
Dari Musuh Menjadi Suami

Dari Musuh Menjadi Suami

ucap Kala sambil mengangkat kedua tangannya di depan dada. "Aku serius. Semua orang nggak pernah nganggep aku serius. Aku bakalan buktiin ke kalian, kalau aku serius sama ucapanku." Meta mencondongkan tubuhnya dengan sorot mata tajam yang terlihat seperti psikopat. "Kalau kamu jadian sama dia habis ini, tunggu aja apa yang bakalan menimpa Jenna." ***
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai meletakkannya
Baca
+Pustaka
MAAF, AKU SELINGKUHAN SUAMIMU, MBAK

MAAF, AKU SELINGKUHAN SUAMIMU, MBAK

“Kok mukamu pucat? Kamu sakit? Apa berantem sama Vani?” Danu hanya menggeleng. Niat hati ingin mencari ketenangan di luar rumah, perasaannya malah semakin tak jelas setelah bertemu dengan Rena barusan. Bagaimana tidak, bayangan wajah Rena kali ini benar-benar melekat dikepalanya. Ada perasaan tak rela saat ia melihat wanita itu tersenyum dan tertawa pada lelaki lain di depan matanya.
1020.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 490 kali sebagai meletakkannya
Baca
+Pustaka
Mentari Pernikahan Dini
Baca
+Pustaka
ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN

ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN

Selalu ada saja celoteh asal kenanya yang mampu membolak-balikkan fakta. "Kalau mau mancung. Seharusnya pas baru lahir, Ibu langsung tarik idung aku pake jepitan baju. Jadi, pas udah gede, idungnya mancing. Enggak ngebelesek. Blee," ledeknya kemudian, sambil menjulurkan lidah. Eka memang paling bisa kalau udah berkata-kata. Segala hidung dipakaikan jepitan baju supaya mancung. Enggak sekalian aja, makan tiang listrik supaya badannya tinggi?
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 522 kali sebagai meletakkannya
Baca
+Pustaka
TAMING THE BOSS

TAMING THE BOSS

“Gue kagak bakal mekapan setebel ini kali! Dan asal lo tahu aja, gue cocok pakai mekap tebel. Itu bikin gue kelihatan tegas, nggak menye-menye, dan percaya diri penuh. Tebel tapi nggak norak, ya. Dan itu namanya bukan menor! Menor itu yang mekapnya norak!” Tawa kecil pertanda geli keluar dari mulut Tito sebab respons Jameka sesuai dengan prediksinya. Belum cukup puas memancing amukan Jameka kalau wanita itu belum meledak-ledak mirip petasan banting, ia lantas memutuskan untuk melempar umpan lebih besar lagi dengan bertanya, “Apa kagak lebih kelihatan keriput-keriput lo kalau nggak mekapan setebel ini?”
653 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai meletakkannya
Baca
+Pustaka
Jodoh Jebakan Dari Opa

Jodoh Jebakan Dari Opa

Anaya meringis tapi tetap tertawa. “Mas… pijetnya jangan kayak ngulen adonan, kayak gini nih…” Ia memegang tangan Raka, mengarahkannya. “Pelan-pelan, terus muter.” Raka menurut. “Muter? Kayak setir mobil gitu?” “Iya mas. Muter kecil aja.” “Ya ampun, ribet banget. Kamu tuh macam VIP spa aja.” “Hahaha, iya dong. Aku kan Saset VIP. ini nggak ada di mana mana. CEO lho yang mijet.”
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai meletakkannya
Baca
+Pustaka
Salah Sebut Nama

Salah Sebut Nama

“Gawat Nay, gawat!” seru Meta. “Apanya yang gawat?” Kanaya dibuat terkejut. “I-itu … nganu ….” “Apa sih? Coba kamu tarik napas dulu.” Meta pun terdengar mengatur napasnya. “Nay, masih ingat enggak musuh bebuyutan lu?” “Gue enggak punya musuh tuh.” “Jangan amnesia deh.”
1042.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai meletakkannya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status