Kesempatan Kedua Untuk Menghancurkanmu
Suara Vino merendah.
Mendengar perkataan Vino, hati Maura terasa tercabik-cabik, sakit sangat sakit, karena sakitnya, Maura hampir tidak bisa berkata-kata, tenggorokannya terasa tercekat, air matanya kembali mengalir deras, dengan cepat Maura menyeka setiap bulir air mata yang jatuh dengan tangannya.
"Baiklah karena kalian yang duluan memulainya, maka jangan salahkan aku karena aku akan membalas dua kali, tidak, mungkin tiga kali lipat." Suara Maura terdengar tidak goyah sedikit pun.
Hot Chapters