Gairah Terlarang Sepupuku
Lampu-lampu kota mulai menyala satu per satu, menciptakan pemandangan yang indah tapi entah kenapa terasa menyesakkan.
Entah kenapa, setiap kali melihat langit seperti ini Sky selalu merasa kecil.
Ia teringat pada perkataan Jagad beberapa jam lalu. "Percaya sama aku. Kali ini rencana kita akan berhasil."
Sky menggenggam tirai jendela, menatap keluar dengan mata berkaca-kaca. "Aku percaya sama kamu, Mas. Tapi tolong cepat pulang," bisiknya.