Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menipu Sang CEO Buta

Menipu Sang CEO Buta

Memandang langit biru yang mereka arungi. "Aku setuju. Asalkan bersamamu, aku setuju pergi kemanapun."
109.5K viewsCompletedAdded to Library 303 Times as memandang langit yang sama
Read
+Library
Di Atas Langit, Hatiku Hancur Lebur

Di Atas Langit, Hatiku Hancur Lebur

Mereka begitu mesra hingga membuat semua orang di sekitar merasa iri. Dia memeluk Evelyn dan berbisik lembut. "Syukurlah, kita tidak saling melewatkan." Evelyn memandang matahari terbenam di atas laut dan mengangguk pelan. Keindahan yang terabadikan dalam momen ini adalah keabadian yang sesungguhnya.
6.8K viewsCompletedAdded to Library 155 Times as memandang langit yang sama
Read
+Library
Terjerat Cinta Playboy Manis

Terjerat Cinta Playboy Manis

tanya Bintang keheranan. “Aku ingin kita terus bersama sampai menua, bersamamu sampai umurmu dan umurku habis. Aku tidak mau kamu memperpendeknya,” ujar Langit dengan ekspresi wajah tidak senang. Bintang menaikkan satu sudut alis mendengar ucapan Langit, hingga tangan yang memeluk lengan pria itu pun sedikit melonggar. “Kenapa? Apa maksudmu?” tanya Bintang keheranan.
1010.5K viewsCompletedAdded to Library 221 Times as memandang langit yang sama
Read
+Library
Kalau Cinta Jangan Gengsi

Kalau Cinta Jangan Gengsi

Langit memejamkan mata, berusaha untuk tak melihat penampilan istrinya. “Kenapa memejamkan mata, takut tergoda? Bukankah kamu sudah pernah melihatnya? Kamu sendiri yang mengulang-ulang kalimat yang sama, tapi sendirinya ketakutan. Cepatlah Langit.” Langit menghembuskan nafas kasar, dia tak punya pilihan selain melihat dan menikmati pemandangan di depannya. Di dera rasa sakit tak membuat Bulan cerewet seperti biasanya, andai Bulan sehat, mungkin saat ini Langit sudah ditendangnya sampai ke planet Mars sebab menikmati pemandangan yang seharusnya tak dia lihat.
3.7K viewsCompletedAdded to Library 81 Times as memandang langit yang sama
Read
+Library
Luka Yang Menembus Langit

Luka Yang Menembus Langit

“Untuk Ayah, Ibu, Mei'er... untuk semua yang hilang.” Ia menatap ke langit gua yang kini mulai cerah cahaya bulan purnama menyelinap masuk. “Kita pulang.”
103.4K viewsCompletedAdded to Library 74 Times as memandang langit yang sama
Read
+Library
KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

Seseorang pernah berkata dalam sepotong sajak— *"Orang yang memandang pemandangan dari atas jembatan, tanpa disadari telah menjadi pemandangan bagi yang memandang dari atas." Malam ini, Lu Xiao telah menjadi pemandangan itu sendiri—di mata semua orang yang hadir. Semua orang memandanginya—sosok yang berdiri membelakangi keramaian sambil menatap kejauhan—seperti memandang sesuatu yang tidak sepenuhnya berasal dari dunia yang sama dengan mereka. ... Pertemuan Tahunan Langit Kebanggaan itu berakhir diiringi raung-raung Hong Wenzhao dan Dong Mofan yang tidak segera mereda.
1010.3K viewsOngoingAdded to Library 361 Times as memandang langit yang sama
Read
+Library
Aku dan Sembilan Raja Beast yang Mengiginkanku

Aku dan Sembilan Raja Beast yang Mengiginkanku

Maka mungkin…. Langit tidak perlu memilih hanya satu matahari. Karena malam itu, Ia memeluk dua bintang sekaligus. Dan tidak ada yang terbakar. Namun jauh di atas mereka, retakan tipis muncul di langit yang tampak tenang. Bukan badai. Bukan angin. Sesuatu mengamati. Sistem berpendar merah dalam senyap. [Administrator Asli — Override Fisik Diotorisasi]
558 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as memandang langit yang sama
Read
+Library
Perselingkuhan di Siang Hari

Perselingkuhan di Siang Hari

Ia hanya mengangguk kecil, tanpa mengalihkan pandangan dari langit. Dan malam itu, di tiga tempat berbeda, mereka menatap langit yang sama— dengan hati yang sama-sama belum utuh. Anehnya, tidak satu pun dari mereka menyaksikan keindahan langit malam itu bersama orang yang seharusnya menjadi pasangannya.
102.6K viewsCompletedAdded to Library 63 Times as memandang langit yang sama
Read
+Library
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Di antara benda-benda itu, mereka menulis satu kata dengan arang: Hidup. Malam turun perlahan, membawa bintang-bintang yang berkilau seperti embun di padang waktu. Di langit Seoul yang bersih, Lintang menatap gugusan bintang yang dahulu menjadi petunjuk bagi pelaut Buton. Ia sadar, langit yang sama itu juga menjadi penuntun bagi penggembala Mongolia, petani Papua, dan penjaga tanah merah Australia. Mereka semua—dengan bahasa, luka, dan impian masing-masing—telah bersatu dalam satu nadi: Madrasah Langit. Dan dari titik itulah, lahir harapan baru.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as memandang langit yang sama
Read
+Library
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

Hari Kedua hingga Ketiga — Mimpi yang Sama Pada malam semu hari kedua, manusia mulai bermimpi. Mimpi yang sama. Mereka melihat: Langit yang runtuh. Api matahari yang tidak membakar. Sosok berdiri membelakangi dunia—tanpa wajah, namun terasa familier. Tidak ada kata. Tidak ada pesan. Namun ketika mereka terbangun, satu perasaan tertinggal di dada:
109.9K viewsCompletedAdded to Library 246 Times as memandang langit yang sama
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status