Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tumbal Pengantin Iblis

Tumbal Pengantin Iblis

Bersambung. @lovely_karra
1011.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai membungkuk
Tampilkan Ulasan (12)
Baca
+Pustaka
KarRa
Bab 74 masih sedikit revisi, mungkin akan tersedia hari senin. Tidak mengubah alur dan isi cerita di bab tersebut, hanya menambahkan jumlah kata agar nyaman dibaca. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, dan selamat membaca.
Kiki Sulandari
Gavin berhasil membuat Ellard & Lamont melihat ritual yg dilakukan klan peramal & penyihir Apa yg akan mereka lakukan selanjutnya? Gambaran masa depan tentang apa lagi yg telah dilihat Sekar? Akankah terjadi sesuatu pada sang nenek?
Baca Semua Ulasan
Liani April
Halo teman2, Harusnya cerita ini tamat hari ini, tapi editorku meminta bukunya diperpanjang sampai Desember. Jadi, kuharap kalian masih mau menemani kisah Tavira dan Darian sampai tamat nanti. Siap2 kisahnya akan makin intens dan baper, so kutunggu komentarmu. Terima kasih banyak sudah membaca~
Aurora Aurora
praaahh bnget, istrinya di kasih bekasan dr si Jalang Delaney ..!!! dr awal ciuman pertamanya buat Sijalang aja bikin MALES BACANYA,!!! jangan² Darian pernah BERTUKER PELUH sama si Jalang Delaney,!! jadi tambah males gw,!! CEO tapi TOLOL, GA BISA TEGAS, GA PUNYA KEBERANIAN UTK LINDUNGIN ISTRINYA
Baca Semua Ulasan
SELINGKUH

SELINGKUH

Romero lalu mengubah posisinya menjadi berdiri, Sheila membungkuk dindepan meja dapur dan Romero memasukinya dari arah belakang Sheila, pinggulnya bergerak bergerak-gerak seraya menyingkirkan jubah mandi Sheila dan handuk yang membalut kepala Sheila. "Oh, fuck! Ini benar-benar nikmat," geram Romero seraya membungkuk, satu tangannya melingkari dada Sheila, menahannya dengan kuat dan satunya lagi mempermainkan kewanitaan Sheila hingga wanita itu dibuatnya menggelinjang.
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 368 kali sebagai membungkuk
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Tapi rupanya lawan sedang tersungkur akibat sepakan kaki yang mirip tendangan kuda tadi. Tengkorak Terbang cepat-cepat bangkit dengan wajah dan rambut dikibaskan karena bercampur pasir. Lelaki kurus kerontang itu menggeram dengan mata lebih tajam memandang. Di dalam hatinya ia berkata, "Kurang ajar, tendangan bertenaga dalam itu membuat tengkuk kepalaku semutan dan kaku! Lumayan juga dia punya isi. Aku tak boleh menganggapnya enteng!"
1028.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 877 kali sebagai membungkuk
Baca
+Pustaka
MEMBUNGKAM HINAAN MEREKA

MEMBUNGKAM HINAAN MEREKA

batin Aretha sembari tersenyum tipis. Sebab, semakin tinggi kaca itu diangkat lalu kemudian dihempaskan, maka ketika jatuh pun nantinya akan semakin keras, bahkan akan pecah lebih dari seribu. Begitulah perumpamaan rencana balas dendam Aretha.
10.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai membungkuk
Baca
+Pustaka
Dewa Iblis Gerbang Neraka

Dewa Iblis Gerbang Neraka

Sekali lagi, kejeniusan Kui Long membuatnya tidak kesulitan mengikuti semua jurus-jurus tapak pukulan jarak jau ini, dan tentu saja dalam keadaan mabuk. "Dewa Mabuk Membungkuk!" "Jurus apa itu, Master?" tanya Kui Long. "Kamu harus dalam posisi membungkuk dan mabuk untuk menyerang bagian bawah lawan yang rentan. Jurus-jurus dalam Dewa Mabuk Membungkuk harus cepat dan kuat agar posisi pertahanan lawan lemah!" sahut Dewa Mabuk. *****
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 378 kali sebagai membungkuk
Baca
+Pustaka
Dendam Membara Tuan Muda Yang Terbuang

Dendam Membara Tuan Muda Yang Terbuang

Hanum mengangguk dan berdiri di samping Marni. "Bi, bisa gak Bibi panggil saya, Hanum saja, anggap saya adik Bibi," kata Hanum sambil mengupas mentimun, "Dan aku panggil Bibi, Teteh," katanya menoleh ke arah Marni yang juga menatapnya. "Sudah atu, Nya, sudah biasa panggil Nyonya soalnya," kata Marni merasa sungkan. "Gak apa, dibiasain aja, Bi, nanti lama - lama juga terbiasa. Memang awalnya akan sangat aneh, tapi lama kelamaan pasti gak kok," balas Hanum.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai membungkuk
Baca
+Pustaka
Belenggu Membara Sang Penguasa

Belenggu Membara Sang Penguasa

Nafasnya tercekat. Rasa sakit menyengat, tapi ia menggertakkan gigi, memutar tubuh, dan menendang lutut lawan dengan keras. Suara retakan kecil terdengar. Latihan berhenti. Damar mengangkat tangan. "Cukup." Livia terduduk, dadanya naik turun. Tangannya gemetar, bukan karena lelah... tapi karena adrenalin yang belum turun.
662 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai membungkuk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status