Jerat Pemikat
Namira dan aku mah belum paham, lebih tepatnya gak mau paham karena setelah ini pasti akan ada adegan 18+.
“Kok kita makan di sini, Bang?” tanya Namira.
“Di dalam panas, di sini aja yang semilir. Adek mau satenya lagi? Abang kayak begah banget, mau nggak nih?” tanyaku yang melihat adikku begitu suka sate yang kami makan ini.
“Mau, Bang. Semua boleh?”
“Boleh, Abang bosan. Buat Namira aja.”
Hot Chapters