Dimanja Tiga Majikan Cantik
Dia melakukan gerakan maju mundur dan memutar, meratakan pelumas alaminya ke seluruh bagian kepala penisku.
Gesekan antara dua membran mukosa yang sama-sama basah dan panas itu menciptakan bunyi kecipak pelan.
"Shhh, licin banget, Raf," gumam Shella sambil terus menggesekkan miliknya. "Sabar ya... biar masuknya gampang."
"Masukin sekarang aja napa sih, Shell! Udah basah gitu juga!" erangku frustrasi. Rasanya batangku sudah mau meledak cuma karena digesek-gesek di luar.