EUFORIA
“Sederhana, Adrian. Tadi saya mengatakan kalau kamu sering bermonolog, bukan? Itu artinya, kamu punya banyak waktu untuk berbicara dengan dirimu sendiri.
Orang yang berbicara dengan diri sendiri, kerap kali dikatakan sakit mental.”
Carissa mengempaskan pantat di sebelahku.
“Saya tanya, apakah kamu sering berhalusinasi?”
Mataku menyipit seketika.
“Nggak pernah. Halusinasi macam apa? Gue nggak pernah halu.”
Kedua alis Carissa turun. Tatapannya jadi agak berbeda sekarang. Ada hal yang ia cari di mataku.
“Tentu saja, Adrian. Orang yang berhalusinasi tidak akan sadar diri. Tapi, saya yakin kalau beberapa ingatan di kepalamu hanyalah ilusi.”
Hot Chapters