BRONDONG TENGIL BU DOSEN!
***
Pukul lima lebih sepuluh menit, Mayang mengendap-endap keluar dari ruang dosen, memastikan tak ada dosen lain yang melihatnya.
Ia melintasi koridor gedung kampus lama, bangunan berarsitektur kolonial yang sebagian besar ruangannya sudah kosong dan berdebu. Menurut rencana universitas, gedung itu akan direnovasi menjadi aula untuk kegiatan tahunan kampus. Tapi, sudah hampir sepuluh tahun, rencana itu hanya rencana saja.
Langkah Mayang melambat begitu melihat motor Gilang terparkir di balik belokan. Pemuda itu duduk santai, menunduk menatap layar ponselnya.
Bab Populer