Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dendam Kuntilanak Merah

Dendam Kuntilanak Merah

Desa Kumpeh, Jambi—1970 Gemeresik daun karet kering terinjak sepasang selop seorang gadis yang berjalan tergesa-gesa. Menur tengah memburu waktu agar tidak terlalu telat tiba di rumah. Hari hampir tengah malam. Kasihan ibunya. Pasti wanita itu menunggu dengan cemas kepulangan Menur. Meski sedari awal Hasnah melarang Menur berjualan jagung dan kacang rebus ke desa sebelah, tetapi Menur tetap bersikeras untuk pergi.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 190 Times as mendambakan
Read
+Library
Dendam Membara Istri Kedua

Dendam Membara Istri Kedua

"B-baik, Den..." "Lihat saya kalau saya sedang bicara," ujar Kaisar lagi. Perintah yang langsung dilaksanakan oleh perempuan paruh baya itu. Kaisar menoleh ke arah Sarah, sekali lagi. "Selamat malam, Sarah..." *** Perempuan paruh baya itu--yang memperkenalkan diri sebagai Mbok Sum--bersikeras membawa semua barang-barang milik Sarah. Tidak memperkenankannya untuk membawa apapun.
7.54.3K viewsOngoingAdded to Library 132 Times as mendambakan
Read
+Library
Dendam Sang Tumbal

Dendam Sang Tumbal

Darsima memutar kepalanya menghadap Rendra, sementara tubuhnya tetap menghadap Soleh. Melihat itu, Rendra pun lari tunggang-langgang tak tentu arah. Darsima dan Soleh menarik napas kesal. "Haih, anak ini. Menyusahkan saja," ujar Darsima. Darsima membaca mantera dengan berbisik, desau angin pun terdengar. Seekor burung yang bisa berbicara tadi pun datang dan mengejar Rendra. Tubuh burung yang semula kecil, kini membesar dan mencengkeram bahu Rendra dan membawanya kembali ke hadapan Soleh.
102.3K viewsCompletedAdded to Library 66 Times as mendambakan
Read
+Library
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Namun tiba-tiba BRAAAAAAAKKKKKKKKK Tangan kala secara mendadak menggebrak meja yang ada di depanya di hadapan mereka berdua, sontak Adriaan dan Amang kaget. Wajahnya mendadak marah, sangat marah, sampai muncul urat-urat dari wajahnya, meja yang dia gebrakpun seketika terbelah menjadi dua. Kala kemudian berdiri, dia menunjuk Adriaan dengan tatapan tajam dan mengerikan, dia seakan-akan marah atas ucapan Amang barusan. “JADI MANEH ANU NGARUKSAK LEMBUR AING? (JADI KAMU YANG MERUSAK KAMPUNG KU? )”
9.8682.5K viewsCompletedAdded to Library 21.8K Times as mendambakan
Show Reviews (174)
Read
+Library
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
D'sparage Je
makin diikutin, perjalanan si Ujang bikin makin penasaran. cuman sedikit saran aja sih, perjalanan Nando untuk menaklukkan seluruh negeri di Alam siluman dalam cerita The Destinable Of Light akan memberikan warna yang berbeda buat pembaca, jadi mampirlah sekali-sekali kalo ada waktu ...
Read All Reviews
DENDAM SANG PUTRI

DENDAM SANG PUTRI

Wanita tua berambut keriting terlihat kesal terhadap lelaki itu. “Aku juga ingin mencobanya, karena upahnya sangat menggiurkan sekali," terdengar suara lainnya. “Jangan bermimpi untuk itu! Memegang seekor kucing kecil saja kau tak berani, apalagi harus memegang seekor kuda yang tubuhnya jauh lebih besar dari seekor anak kucing.” Pemuda bernama Megan tertawa mengejek. Alice dan Putri Kimberley hanya tersenyum saja mendengar keriuhan itu.
108.5K viewsOngoingAdded to Library 230 Times as mendambakan
Read
+Library
Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta

Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta

@Bang D, mending kabur ke Madagascar. Santos : Lalu nyamar jadi zebra. Banan : Jerapah. Fijri : Kuda nil. Zikria : Singa ompong, lebih cocok buat Bang D. Aumannya sudah melemah dan cuma jago kandang. Dimas : Kalian jahat! Aku benci! Aku benci!
10967 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as mendambakan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status