Pernikahan Penuh Luka
Lalu aku memejamkan mata, membiarkan malam menutup hari yang bagiku terasa sangat memuaskan.
****
Di kamar lain, aku sama sekali tak bisa memejamkan mata.
Aku, hanya terbaring diam dengan dada yang terasa sesak. Mataku sembab, perih akibat terlalu lama menangis. Air mata yang sejak tadi kutahan akhirnya kembali jatuh, membasahi sisi bantal. Rasanya seperti ada beban besar yang menindih dadaku, membuatku sulit bernapas.