TEROR SINDEN GHAIB
Embun juga terjaga.
Mereka saling menatap dalam gelap.
“Kamu dengar?” bisik Embun.
Aruna menelan ludah. “Iya.”
Suara itu tidak lama. Hilang secepat ia datang, meninggalkan keheningan yang lebih berat dari sebelumnya Malam itu, tak ada yang benar-benar tidur nyenyak Karena merek semua tahu besok bukan sekadar latihan terakhir Besok adalah batas Dan setelah batas itu dilewati, tidak ada jalan kembali Angin malam kembali berdesir, kali ini lebih dingin. Tirai jendela kamar perempuan bergerak perlahan meski jendela tertutup rapat. Aruna bangkit dari tidurnya, duduk bersila, mencoba menenangkan detak jantungnya yang tak mau kembali normal. Di sampingnya, Embun menggeliat gelisah, keningnya berker
Bab Populer