Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Candu Sentuhan Panas Kakak Ipar

Candu Sentuhan Panas Kakak Ipar

Mengalah bukan berarti kalah. Lihat saja, Alula tidak akan tinggal diam. Dia akan mencari siapa wanita yang dipuja-puja suaminya. “Halo, Jane. Aku mau bertemu, bisa? Aku butuh bantuanmu.”
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai mengalahkan
Baca
+Pustaka
Aku Mundur Kau Hancur, Bang!

Aku Mundur Kau Hancur, Bang!

Buk! “Bedebah kau! Kenapa kau jatuh cinta pada kakakku yang jauh lebih tua darimu!” Sebuah pukulan telak menghantam rahang Yogi. Sedikitpun Yogi tak menghindar. Dia terima pukulan itu seperti yang dia ucap sebelumnya. Dia pasrah. “Jawab! Jangan diam saja, bodat! Lawan aku!” Alva mematikan mesin motor lalu turun mendekati Yogi yang hanya meraba rahang yang terasa sakit dan keram.
10146.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai mengalahkan
Baca
+Pustaka
Jangan Menolakku

Jangan Menolakku

Sempurna! Sangat mudah bagi Dimas, pemegang sabuk hitam karate ini untuk mengalahkan lawannya. apalagi lawan yang tak mempunyai dasar tentang pembelaan diri. Hendra dengan susah payah bangkit dan duduk kembali di kursinya. Sambil terus memegangi perut yang mungkin kerasa sangat sakit. "Bajingan, kamu Dimas!" ujar Hendra, matanya terpejam sambil menyandarkan punggungnya. Mungkin untuk mengurangi sakit di bagian perut.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai mengalahkan
Baca
+Pustaka
Yang tak terlupakan

Yang tak terlupakan

jawab Leni dengan ke bingungan . " Teteh ga pernah sih rasain gimana rasa nya di hancurin kaya gitu sama Perempuan lain, Manda aja yang cuma Anak ngeliat Papa sama Mama Manda di rebut sama Perempuan lain ga terima dan kalau ketemu manda ga perduli mau masuk penjara sekali pun. Kalau Teteh bilang Teteh hancur . Dia yang di sana lebih hancur wajar kalau dia marah, harus nya Teteh sadar diri . Sudah lah jangan ngomong sama Manda, Manda ga pernah ngebenerin perselingkuhan kaya Teteh, mau Teteh temen Manda atau pun bukan, yang nama nya ngerebut ke bahagiaan orang lain itu salah, dan tetep salah."
4.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai mengalahkan
Baca
+Pustaka
BURONAN

BURONAN

kata Sammy yang dongkol setengah mati dengan kelakuan si tua bangka Harry. Khalid tersenyum sumringah. "Dalam islam, mengalah itu bukan berarti kalah, Mr. Hans. Terkadang, sikap mengalah menjadi solusi untuk meredam dan mengakhiri sebuah konflik demi menghindari situasi yang lebih serius. Selagi masalahnya masih bisa terselesaikan dengan cara mengalah, itu akan lebih baik daripada bersikap mementingkan harga diri yang berujung pada keributan yang lebih besar lagi. Saya dan istri hanya tidak ingin emosi Tuan Harry semakin meledak," jelas Khalid panjang lebar.
1022.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 665 kali sebagai mengalahkan
Baca
+Pustaka
Sebelum Hujan Membasahi

Sebelum Hujan Membasahi

ujarku mengalah, buat apa kita memberi berbagai alasan, jika hal demikian malah menambah runyam keadaan. Karena setahuku, dari guruku yang pernah mengajar, pernah mengatakan. "Mengalah bukan berarti kalah. Bisa saja hal demikian malah menunjukkan kemenangan." "Del, ya ... bentar, gua mau minta izin sama Bokap Nyokap Lu!" ujarku. "Udah gak usah, Ad. Gua udah minta izin sama Nyokap Bokap gue," ujar Della sibuk menaikkan barang bawaan diatas motor yang besarnya tidak seberapa.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai mengalahkan
Baca
+Pustaka
WANITA LAIN DI RUMAHKU

WANITA LAIN DI RUMAHKU

jawab Kael singkat sembari tangannya mulai bergerak cepat di perangkat digitalnya. Dalam hitungan menit, ketegangan di wajah Alvaro mulai luruh sedikit demi sedikit. Ia menyadari bahwa kemenangan sejati bukan tentang menghancurkan lawan hingga ke akar, tapi tentang memiliki kendali penuh atas hidup dan mati lawan tersebut. "Makasih ya, Kak," bisik Arini lembut sembari menyandarkan kepalanya di bahu kokoh Alvaro.
4.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai mengalahkan
Baca
+Pustaka
Mertua yang Harus Mengalah

Mertua yang Harus Mengalah

“Berarti kita main di potongan dulu. Nanti detailnya halus saja, jangan terlalu ramai.” Alina tersenyum lega. “Iya… itu yang aku cari.” Nita menatap mereka berdua. “Yang penting satu—jangan terlalu banyak mau dalam satu waktu,” katanya tenang. “Nanti hasilnya justru nggak fokus.” Bima tertawa kecil. “Nah, itu dia, Mbak. Dia ini banyak banget referensinya.” Alina langsung membalas, “Kan biar bagus!”
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai mengalahkan
Baca
+Pustaka
Melawan Suami dan Mertua

Melawan Suami dan Mertua

Jauh lebih membaik dan tentu saja tak mengurangi keestetikan wajah ini. Lelaki itu berjalan dengan membusungkan dada. Wajahnya dibuat sangar. Aku tak peduli dan aku sama sekali tidak takut. Meski tangannya lebih berurat dan besar ketimbang diriku, masalah teknik berkelahi aku merasa jauh lebih unggul darinya. Kalau memang mau bertengkar seperti tadi pagi, ayo saja!
9.875.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai mengalahkan
Baca
+Pustaka
Jiwa Kekasihku di Tubuh Suamiku

Jiwa Kekasihku di Tubuh Suamiku

“Aku cuma mau kakak bahagia, beneran.” Alana meninggalkan apartemen itu tanpa pamit. Tidak perlu. Tidak ada yang tersisa untuk diselesaikan hari ini. Di lift, ia berdiri mematung, menatap angka yang turun perlahan, dan menyadari satu hal. Ia baru saja kalah. Bukan karena argumen. Tapi karena lawan bicaranya tidak bermain untuk menang, melainkan untuk mendominasi emosi. Dan itu permainan yang lebih berbahaya.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai mengalahkan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status