Simpanan Dosen Tampan
semangkukramencerita sedih tentang ibukata kata sedih ingin kembali ke masa kecilcerpen singkat sedihcerita sedih anak tak dianggap
Ia mengedipkan mata pelan, lalu tersenyum kecil, mencoba kembali mengambil kendali.
“Kamu masih sama,” ujarnya lirih. “Selalu to the point.”
Marvin tidak terpancing. “Jawab.” Marvin mempertegasnya dengan satu kata pendek.
Intan menarik napas pelan, lalu berjalan beberapa langkah mendekat. Kali ini ia berhenti lebih dekat dari sebelumnya, tapi masih dalam batas aman.
“Aku tidak minta banyak,” katanya.
Matanya menatap langsung ke arah Marvin. “Cuma satu hal kecil.”
Hot Chapters