Ceraikan Aku, Mas!
“Botol dibungkus bubble dua lapis, lakban, masuk dus kecil, kasih selotip fragile, terus susun di dus besar. Alamatnya sudah di-print.”
Bara mengangguk. Dalam hatinya membatin, packing harusnya gampang, kan? Dia ambil satu botol, coba bungkus. Awalnya kaku, lakbannya miring. Kedua, mulai rapi. Ketiga, sudah lancar. Tangannya cepat. Otaknya kerja.
Sambil tangannya bergerak, matanya curi-curi pandang ke ruang kaca. Di sana Azalea duduk, headset terpasang, senyum ramah ke kamera.
Hot Chapters