Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MENJEMPUT ISTRIKU

MENJEMPUT ISTRIKU

Lebih tajam. Bukan sekadar gelisah. Bukan sekadar cemas. Sesuatu yang menekan dari dalam, seperti ada yang menariknya… ke suatu arah yang tidak bisa ia lihat. Dada Hugh mengencang. Napasnya kembali terpotong. Ia menelan ludah, tapi tenggorokannya terasa kering. ‘’…Apa ini…’’ Tangannya mencengkeram lebih kuat. Tubuhnya condong sedikit ke depan, tanpa sadar—seolah bersiap bergerak lagi.
2.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 74 Beses bilang menguap
Read
+Library
PENGAKUAN ANAKKU

PENGAKUAN ANAKKU

😅😅 #MELEPAS BENALU #KARMA SANG PENGGODA salam hangat 🤗🤗
10145.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 5.7K Beses bilang menguap
Read
+Library
Kak, Aku Kedinginan

Kak, Aku Kedinginan

"Omong kosong. Ketagihan pura-pura mati, ya?" Kak Eki mendorong kacamatanya, sorot matanya dipenuhi rasa muak. "Trik menahan napas dan berpura-pura pingsan seperti itu, cuma bisa menipu orang-orang bodoh seperti kalian." Wajah Kak Dimas bahkan tampak makin muram. "Dia memang nggak tahan melihat Nara bahagia. Harus sekali membuat masalah di saat seperti ini!"
2.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 107 Beses bilang menguap
Read
+Library
Khaelia Sang Sekretaris Malam

Khaelia Sang Sekretaris Malam

Mengusap, menjilat, seolah dirinya adalah cairan yang memabukkan. “Tuaan ...” Suara Khaelia tertelan oleh hasrat yang mengepung kepala. Meremas rambut Carter, Khaelia bukan hanya mengerang tapi juga merengek. Lidah Carter berganti dengan jemari, awalnya satu lalu dua dan tiga. Menjejali Khaelia tanpa ampun dengan sensasi memabukkan. Khaelia yang biasa bersikap manis dan lembut kali ini menggelinjang seperti ikan membutuhkan air.
891 viewsOngoingIdinagdag sa Library 35 Beses bilang menguap
Read
+Library
MENYESAL MENDUAKANMU

MENYESAL MENDUAKANMU

lirihnya dengan wajah tertunduk. "Iya, maaf. Aku tidak bermaksud menuduhmu. Kamu sudah makan belum?" Ayu kembali mengangkat wajahnya, menatapku sambil menggeleng. "Aku ambilkan makan, ya." "Tapi suapin." Dia kembali merengek manja.
9.8240.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 5.8K Beses bilang menguap
Ipakita ang mga Review (32)
Read
+Library
Mini Adae Jangkang
Terlalu lembek dan tidak tegas jadi seorang lelaki, masa dari hal kecil selalu di atur oleh mama nya dan tidak ada keadilan dan ketegasan jadi suami untuk kedua istrinya, pantas lah penyesalan untuk mu Malik
Uli arta
Author bagus banget ceritanya.air mata ku trus mengalir,Thor pengen ada extra part smpai Kamal merid.klo bsa bikin cerita baru utk ayesa dan Faisal. ini novel y harus di baca ya guys,nyesel klo g baca.trimakasih author Airi Mitsukuni,telah berhasil membuat aku menangis.
Basahin ang Lahat ng Review
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

HAHAHAHAHA “MANEH ELEH MANDALA, MANEH ELEH, TINGGAL HIJI TAHAP DEUI AING NGELEHKEUN SI KALA, NUNGGUAN SI KALAU AYEUNA KASIKSA DI LUAR, TERUS KU URANG DI MUSNAHKEUN. (KAMU KALAH MANDALA, KAMU KALAH, TINGGAL SATU TAHAP LAGI AKU MENGALAHKAN SI KALA, TUNGGU SI KALA TERSIKSA DULU DI LUAR, TERUS AKAN AKU MUSNAHKANNYA. ) HAHAHAHAHA “AING BAKAL JADI RAJA GUNUNG SA ENGGEUS MANEHNA MUSNAH, TAPI MANEH MOAL URANG MUSNAHKEUN MANDALA, URANG MASIH BUTUH MANEH NU AYA DI SISI URANG JANG NGURUSKEUN MAKHLUK ANU CICING DI GUNUNG SEPUH. (AKU AKAN MENJ ADI RAJA GUNUNG SESUDAH DIA MUSNAH, TAPI KAMU TIDAK AKAN AKU MUSNAHKAN MANDALA, AKU MASIH BUTUH KAMU UNTUK ADA DI SISI KU UNTUK MENGURUS MAKHLUK YANG DIAM DI GUNUN
9.8683.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 21.9K Beses bilang menguap
Ipakita ang mga Review (174)
Read
+Library
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Basahin ang Lahat ng Review
SEPERTI MENDUNG

SEPERTI MENDUNG

Nek Iyam berteriak dari jarak dua meter menuju wanita yang sedang di luar kondisinya. Seorang lelaki tua yang sudah tepat berdiri di hadapan Nur, dia terus menyoroti wajah cucunya dengan senter. Kemudian, dia menantap dengan serius wajah yang suram, mulutnya mengeluarkan air liur bercampur darah tikus, dan rambut panjangnya acak-acakan. Aroma yang teramat bau pun sangat terasa sekali oleh Kakek Samad. Dia langsung menghalangi aroma bau itu dengan melingkarkan sarungnya sampai menutupi hidung. "Neng ... Neng ... Neng ...!" Seorang lelaki yang memiliki wajah mengkerut itu terus memanggil-manggil cucunya.
3.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 139 Beses bilang menguap
Read
+Library
Semalam Bersamamu

Semalam Bersamamu

"Mau bukain?" Ya Tuhan! Apa ini yang disebut terhipnotis? Aku susah payah menelan saliva di kerongkongan. Rasanya tersekat. Gak ada pilihan untuk berpaling ketika Sara mendekat. Bukan untuk menyapu bibirku, melainkan menyapa pinggiran daun telingaku menggunakan indra pengecapnya yang basah. Rambut halus di sepanjang lenganku spontan menegak, termasuk yang di dalam.
1022.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 827 Beses bilang menguap
Ipakita ang mga Review (51)
Read
+Library
Senja
bagus banget ceritanya,sedih,seneng romantis,manis semua jadi satu mewek juga sih. tapi btw mau tanya ya kak disini masih sma atau kuliah sih??kalo di cerita nabas kan udah kuliah semester akhir.bentar deh kayaknya disini masih sma gak sih??bentar tak cek dlu lagi aja deh
Ida
Ini buku 5 yg sdh aq baca akan karya aldrich Smua bukunya bikin gemregetan dech Quote nya terkadang nonjok pikiran jga Dan semangat yaa Tlng tuntaskan tuh buku2 yg masih ngegantung Buat penasaran aja yg nunggu
Basahin ang Lahat ng Review
RINTIK YANG MENGGENANG

RINTIK YANG MENGGENANG

“Morning kiss..” Perkataan yang akan keluar dari bibirnya tertelan saat bibirnya di lumat Ganesha. Seperti tidak memberi jeda untuk mengambil napas, Ganesha membaringkan tubuh Ganindira diatas sofa dan kembali menciumnya dengan dalam. Ciuman itu turun ke leher dan tulang selangka hingga membuat Ganesha melenguh. Ganesha menurunkan lingerine dari tubuh Ganindira hingga menampilkan payudaranya yang indah tanpa penghalang apapun. Dengan leluasa Ganesha kembali memberi tanda di sekitar payudaranya. Putting yang berwana pink pucat kembali menegang saat Ganesha mengecupnya dan mengulumnya layaknya sedang memakan lollipop. Sepertinya ini akan jadi hobi yang akan sering Ganesha lakukan setiap hari
3.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 115 Beses bilang menguap
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status