Pria yang Menguntitku
Mahaliapenguntitmengetuk pintu langitimpiankumengetuk pintu hati
“Ah......”
Seperti tiba-tiba tahu belakang ada orang, aku kaget dan mundur ke belakang.
Lalu buruan membalikkan badan, dengan mata yang nggak bersalah, “Pak Martinus, kenapa kamu jalan nggak ada suara? Takutin aku saja.”
Lalu dengan bingung menanyainya, “Kantong celanamu isinya apa? Kena aku.”
Martinus menggertakan rahangnya, urat biru di tangannya muncul, beberapa saat kemudian baru kembali normal.