Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat

OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat

"Cambuk murahan itu butuh partikel udara untuk menghantarkan suara dan menciptakan gelombang kejut, bukan?" "Benar," angguk Ki Ageng Seta, bola matanya membesar menyadari rencana gila rekan seperjuangannya itu. "Jangan bilang kau nekat akan memakai ajian terlarang itu di ruang terbuka ini, Rarasati?"
1015.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 586 kali sebagai mengutarakan
Baca
+Pustaka
BERTUKAR RANJANG

BERTUKAR RANJANG

celetuk Bara tanpa sadar sambil menggelengkan kepalanya celetukan Bara itu membuat Jodi langsung menoleh dan terbelalak. "Kamu pria tidak berguna tidak punya hak untuk bicara! saya sudah menjelaskan konsekuensinya," timpal Jodi sambil menunjuk batang hidung Bara yang lancip sempurna. " dasar binatang! pekik Bara yang sedikit hilang kesabarannya kepada Jodi. Jodi langsung terbelalak, matanya melotot menatap Bara
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai mengutarakan
Baca
+Pustaka
MELAHIRKAN LEWAT MULUT

MELAHIRKAN LEWAT MULUT

Warning! Mengandung adegan 21+ (tidak eksplisit), harap bijak dalam membaca. Sekali lagi, cerita ini hanya fiksi. ~~~~ Di tempat lain. Bu Ambar meringkuk sambil memeluk kedua lututnya, dari bibirnya terdengar isakan kecil yang sekuat tenaga ia tahan agar tak berubah menjadi teriakan.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai mengutarakan
Baca
+Pustaka
Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

“Kita harus pastikan yang memberi tetap punya alasan buat terus maju.” Urat-urat pintu mulai memanjang, menjulur ke arah mereka seperti tangan. Dan mereka tahu… waktunya hampir habis. **PART 7: “Kenangan yang Dikorbankan”** Urat-urat itu bergerak seperti belalai gurita, meluncur di udara dengan kecepatan yang aneh—lambat di mata, tapi setiap kedipan membuatnya semakin dekat.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai mengutarakan
Baca
+Pustaka
Gagal Move On!

Gagal Move On!

“Gue gak bilang gitu, ya!” “Sama ajalah intinya.” “Bedalah! Itu namanya lo melebih-lebihkan!” Raka berdecak. “Masih untung gue gak kenapa-kenapa. Masih bisa, nih, semotor sama lo sekarang,” gerutunya. “Berisik. Gue gak open curhat.” “Tai.” “Ih, Raka! Kapan puter baliknya ini? Kenapa jalan terus? Gue mau pulang!”
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai mengutarakan
Baca
+Pustaka
CALON MERTUAKU

CALON MERTUAKU

Nah, akhirnya ada suara lelaki yang berbicara. “Halo, assalammualaikum, yang punya hape ini Angga Saputra sudah lama meninggal. Saya adiknya Anton, jika ada hutang piutang belum lunas bisa kabarkan pada saya.” Suara Anton terdengar, dia ternyata yang membawa ponsel Bang Angga. Bersambung …
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai mengutarakan
Baca
+Pustaka
JENTERA SAKTI DAN MUSTIKA UDARATI

JENTERA SAKTI DAN MUSTIKA UDARATI

Tanya Rukma "Ya. Kalau merpati mengirimkan pesan itu biasa. Akan mudah diketahui musuh dan ditangkap. Namun kalau Gagak, siapa mengira ia akan bisa menyampaikan pesan."Kata Pangeran Balaputeradewa sambil tersenyum.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai mengutarakan
Baca
+Pustaka
Jebakan Manis Sang Miliarder

Jebakan Manis Sang Miliarder

“Baiklah. Aku akan mencoba menerima saranmu. Aku akan pulang kalau begitu.” Kaylee mengangguk dan membiarkan Artur kembali selagi ia akan berusaha menyampaikan pesan pria itu semalam. Sungguh permasalahan tidak akan selesai jika tidak saling bicara, bukan? Pada dasarnya semua masalah sebab salah satunya mendapatkan kesalahpahaman akan sesuatu dan hanya bicara saling terbuka yang dapat menyelesaikan semuanya dan berbagai pikiran buruk dapat hilang. Bukankah begitu?
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai mengutarakan
Baca
+Pustaka
Hati Biru Affa

Hati Biru Affa

Aku menutup mataku, membiarkan angin berhembus. “Mak...sud...mu...,” terbata-bata Mutia mengeluarkan tiga kata itu. Apakah aku telah menanamkan sebuah persepsi yang salah kepadanya? Ah sudahlah. Tidak ada jalan mundur dari posisi ini. Jika benar, maka semua jawabanku nanti tidaklah relevan. Aku menolak, aku menerima, tidak ada perbedaannya.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai mengutarakan
Baca
+Pustaka
PEREMPUAN DI BALIK LENTERA

PEREMPUAN DI BALIK LENTERA

“Untuk sementara, kau akan lebih sering bertugas di area dalam. Lebih… tertutup.” Ia mengangguk. “Baik.” “Ini bukan hukuman,” lanjutnya cepat, seolah kalimat itu perlu diselamatkan dari makna yang salah. “Hanya pengaturan.” Ia kembali mengangguk. Ia tahu perbedaan antara pengaturan dan pengurungan; sering kali, keduanya memakai pintu yang sama. Saat ia berbalik pergi, suara itu menahannya sebentar. “Pastikan… tidak ada kesalahpahaman.”
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai mengutarakan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status