Penakluk Sihir Iblis
Ia memahami keterbatasan tubuhnya, dan justru karena itulah ia harus memaksimalkan setiap peluang.
"Terima kasih, teman-teman." Bisikan lirihnya tenggelam di antara riuhnya sorakan penonton. Jemarinya perlahan meraba anak panah pertama, siap merentangkan busur.
Di kejauhan, lampion-lampion terus melayang, bergoyang seakan menari di bawah belaian angin siang. Gerakannya tak menentu, sesekali melesat ke kiri, lalu mendadak terhenti, sebelum kembali terbawa arus udara ke arah berlawanan. Ling Qingyu menyipitkan mata, mengamati pola gerakan mereka.
Bab Populer