Kinari dan Benang Waktu
Ia hanya bisa mengangguk, pelan, nyaris tak terdengar.
---
Mereka bertiga berjalan. Tetapi “berjalan” hanyalah kata yang paling dekat untuk menggambarkannya—sebab pijakan di bawah kaki mereka bukan tanah, bukan pula gelombang.
Itu adalah jalur ruang, garis-garis lurus yang muncul lalu lenyap, seperti catatan musik yang hanya ada saat dimainkan.
Di sekitar mereka, spatial realm berkedip—kadang berupa lembah kristal, lalu berganti seketika menjadi kota melayang yang membalik gravitasi, kemudian luruh menjadi lautan bintang yang mendidih.
Bab Populer