Pesan Nyasar Dari Sahabatku
Meisya Jasminepesan untuk sahabatsahabat ku cintakusahabatku lirikpuisi terima kasih sahabat
Jarang sekali meledak-ledak.
Di tangga, beberapa orang ramai berlimpasan denganku. Sekarang memang sudah waktunya jam besuk. Wajar saja bila banyak yang datang untuk berkunjung.
Melihat banyaknya orang, aku tiba-tiba jadi merasa insecure. Betapa tidak, penampilanku sudah awut-awut tak keruan. Rambut ini lepek. Badan juga berkeringat. Belum lagi muka yang sudah kucel. Ya Tuhan, sudah seperti gembel penampilanku. Kok, rela-relanya aku berkorban seperti ini? Aturan, kutinggalkan saja perempuan itu untuk kembali ke rumah. Lalu rebahan dan menikmati semilir udara sejuk di kamarku yang luas nan wangi.