Hidup Kembali di Zaman Kuno
“Gudang mesiu hampir penuh, dan dua Meriam baru sudah diletakkan di tepi selatan dekat ladang jagung. Armada laut di Teluk Penyu kini punya delapan kapal siap tempur, tiga di antaranya sudah dilapisi baja ringan hasil peleburan dari pabrik logam Giri Amerta.”
Raka memandang sahabatnya dengan bangga. “Kerja bagus, Cakra. Kau bawa semangat perang dalam tenang.”
Ki Cakra terkekeh. “Dan kau bawa ketenangan dalam bayang-bayang perang.”
“Dua hal yang harus terus seimbang,” ujar Raka lirih. “Karena kadang, ketenangan lebih mematikan dari kemarahan.”
“Andai waktu itu tib akita harus berperang, maka kesetiaan kita berdua akan selalu di dada, hingga hayat memisahkan kita berdua, sebagai sahabat yang l
Hot Chapters