Racun Mertua
ujar Nenek yang masih kucerna dengan perlahan.
"Ganti baju Mirceeee," tambah Bang Raihan sembari menarikku keluar kamar Nenek.
**
"Miraaa," panggilan dari Bang Raihan terdengar dibalik pintu. Segera aku beranjak dari kursi rias dan membukanya.
"Lamanya, Mirce. Si Rezi udah bangkotan nunggunya tuh."
"Iya, udah siap kok."
"Elah, sok cantik, pake merah-merah dipipi segala, kayak ondel-ondel tahu," ejek Bang Raihan dan kubalas dengan memijak kakinya kuat.
Hot Chapters