Olm, Osa Si Salamander
Perutku sudah sangat keroncongan, seolah cacing ingin menjerit dan berderu, kalau lo gak ngasih kami makan, maka ususlah yang jadi santapan kami.
Langkahku kembali menjejak, menuju dapur vila yang tidak seberapa besarnya. Berpintu-pintu lemari gantung tampak tersusun rapi, dengan pernis yang diterjang kemilau siang, membuat lemari itu seolah tampak bercahaya dengan sendirinya. Meja makan persegi panjang dengan material kayu yang beralaskan kaca, teronggok sepi di tepi sana, tidak ada apa pun di sana, kecuali hiasan kerang-kerangan yang masih mematung.
Hot Chapters