Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mistpouffer

Mistpouffer

“Awalnya aku tertarik sama dia karena aku tuh enggak bisa baca pikiran dia. Aku enggak perlu tahu apa yang dia pikirin tentang aku.” Namika bisa merasakan napasnya yang terasa berat. “Tapi ternyata aku enggak bisa baca pikiran dia karena dia itu siren. Literally siren yang setengah manusia setengah ikan itu!” “Tunggu, jangan-jangan Aruna ini kenal sama Sirius? Dia kan juga Siren! Aku juga baru tahu akhir-akhir ini karena tante Mutia yang bilang ke aku,” ucap Yumi.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai miauw
Baca
+Pustaka
Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank

Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank

Class Job Activated Fashion Designer Rank A --- Cahaya memenuhi halaman mansion. Beberapa detik kemudian— ⚡ POOF!! Seekor domba putih berbulu sangat tebal muncul. "Beee..." Valerian berkedip. "..." Kael mengusap kepala domba itu. "Ini familiar ibu." "Namanya Wooly." Domba itu mengembik pelan. "Beee." --- Rose tersenyum. "Wooly." "Mulai produksi."
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai miauw
Baca
+Pustaka
Pengantin Bangsawan Yang Kubenci

Pengantin Bangsawan Yang Kubenci

Ia mengangkat kucingnya tinggi-tinggi. “Dan kau butuh bala bantuan, bukan? Kita beri nama kucing ini… Mocha. Mulai sekarang, Mocha akan jadi mata dan telinga kita. Meong.” Avelinne terkekeh, bahunya bergoyang ringan. “Sebelum jadi mata-mata, Mocha sudah menagih tulang duluan, kan?” Tawa kecil meletup sesaat di ruangan itu, memecah keheningan mencekam. Aveline kemudian merebahkan diri, menatap tirai ranjang yang bergoyang perlahan.
8.93.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai miauw
Baca
+Pustaka
Sang Petir Terakhir

Sang Petir Terakhir

“Meow~” Jai membuka matanya saat mendengar suara baru selain suara sungai. Ada seekor kucing dari arah samping yang mendekatinya, kucing itu berjalan di atas pembatas jalan. “Hai manis,” ucap Jai sambil tersenyum. Kucing berbulu putih seperti salju itu kembali mengeong dan berhenti di dekat Jai. “Siapa namamu?” tanya Jai sambil menyentuh kepala kucing dengan lembutnya. Kucing itu terlihat nyaman dengan sentuhan Jai.
93.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai miauw
Baca
+Pustaka
Me

Me

Balas Nana. Setelah memilih beberapa minuman, Lea dan Nana menuju kelorong dimana Veronica mencari mie favoritnya. Veronica terlihat fokus dan bingung ingin membeli mie yang mana. “ Hi Nana.” Sapa veronica. “ Oh, Hi.” Balas Nana. “ Kelihatannya kamu bingung memilih mie yang ingin kamu beli Veronica” sahut Lea. “ Bagaimana jika kamu membeli keduanya?” balas Nana.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai miauw
Baca
+Pustaka
Pena Ajaib

Pena Ajaib

lirih Ocin berbicara dengan bayangannya. "Kau membicarakanku, ya?" tanya seseorang yang berada dalam salah satu ruang WC paling dekat dengan wastafel. Sontak hal tersebut membuat Ocin terkejut. Rupanya dia tidak sendirian di toilet yang lumayan besar itu. Terlebih lagi, orang itu menggunakan kata ganti 'aku' yang menandakan dia adalah orang yang sedang Ocin bicarakan yakni Joe. Benar saja, saat orang tersebut keluar dari WC, Ocin tahu persis dia Joe.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai miauw
Baca
+Pustaka
Utari

Utari

gumam Utari. Dia berjalan mengelilingi persediaan makanan yang ada didapur itu. Lalu dengan cekatan dia memasak dengan bahan-bahan yang ada. Pagi itu Utari memasak nasi kebuli kambing dengan acar dan sambal yang di ajarkan oleh Ibunya. Wanginya sangat khas dan menggugah selera. Wangi masakan itu menyeruak ke seluruh ruangan dapur, ditambah lagi sepoi angin yang tengah menari-nari disana. Membuat wangi masakan Utari sampai ke hidung tuan Damar.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai miauw
Baca
+Pustaka
Penyintas

Penyintas

Di tempat itu, di rumah lamanya itu, pernah dipenuhi suara tawa dengan sebuah robot berbentuk kucing anggora putih yang selalu ada setiap saat. | “Visera…! Visera! Ayo main! Ayo main!” ujar robot kucing itu lompat kegirangan.. “Halo Visera! Namaku Mao! Mama yang namain aku!” sapa robot kucing itu ketika pertama kali bertemu dengannya. “Visera…! Visera! …Visera!”
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai miauw
Baca
+Pustaka
Reborn Farmer to Richer

Reborn Farmer to Richer

Mengikuti kemana arah jari Tuan mudanya menunjuk, Jiang Xu memiliki senyuman rumit di wajahnya, "Tuan muda, apakah maksud anda itu adalah Bogi?" "Bogi?" Houran memiringkan kepalanya dengan raut wajah bertanya-tanya. Mu Qixuan ikut berbicara pada akhirnya, "anjing milikku." "Anjing?! Hewan sebesar itu adalah seekor anjing?!" "Iya, Tuan muda." Jiang Xu berkata, "itu adalah anjing jenis Tibetan Mastiff yang dapat bertumbuh besar melebihi ukuran rata-rata anjing pada umumnya."
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai miauw
Baca
+Pustaka
Hati Untuk Presdir

Hati Untuk Presdir

Kucing berbulu lebat itu menatap Fahira dan Alya bergantian, mungkin sedang berusaha mengenali Alya. Alya segera berjongkok di hadapan Miau. "Kamu pasti lupa sama Ummi, kan? Sini biar Ummi gendong, masa kamu lupa sih." Alya segera mengangkat tubuh Miau, tapi kucing itu mengeraskan tubuhnya tidak menerima perlakuan Alya. "Miauu!" seru kucing itu. "Dia masih belum terbiasa sama orang baru, kamu kelamaan nggak ke sini jadi Miau lupa," ujar Fahira menengahi.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai miauw
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status