Siasat Sang Penguasa
Remeh Aklanka, Burung hantunya tampak mengintai Kouka, menunggu saat lengahnya, siap menerjang.
"Qou bukan spesies tikus, dia hewan makropoda, hewan pengerat langka!." Sanggah gadis kuncir kuda itu. Dia menilik tajam ke arah Auli.
"Harap jangan berkelahi teman-teman, Aklanka tolong urus Aulimu sebelum, serigalaku menerkamnya." Ancam Mahavir, si pemuda berotot. Jas perlente yang dia kenakan untuk pertemuan telah dibuka sehingga tampaklah kemeja putih dan leher berjakun yang bergerak naik turun. Dia mengucek-ngucek mata dan menguap, sudah kecapekan, padahal hari masih pagi.
Hot Chapters