MAWAR
Dito sangat alergi dan fobia dengan kucing lalu ekor sialannya itu yang paling di bencinya, membuat penglihatannya sakit!
Mawar menatap datar ke arah dua lelaki yang sedang bermain kejar-kejaran itu, tingkahnya mirip seperti dua bocah yang kehilangan masa kecilnya. Ingin tertawa tapi tidak bernafsu, akhirnya Mawar melangkahkan kakinya pergi meninggalkan mereka.
Mawar melambaikan tangannya kepada bunga Mawar yang berjejer indah dengan hati senang mengucapkan selamat tinggal, tidak salah ibunya memberinya nama Mawar karena sejak kecil dia memang sangat menyukai bunga itu.