Susahnya Jadi Mas Joko
“Lihatlah ini, Ko.., aku, aku sudah membelikan kamu sepatu voli yang baru.., Hari Sabtu kemarin aku berusaha menemui kamu di Benua Trada.., tapi sayang kita tidak sempat berjumpa. Aku terus, aku terus.., mengejar kamu sampai ke Gelanggang Remaja. Tapi sayang ternyata kamu tidak jadi datang.”
Aku menunduk dan sebentar melihat pada sepatu voli yang sudah diletakkan Ibu Joyce di atas pahaku. Aku segera mengerti bahwa sepatu ini adalah produk terbaik dari sebuah brand ternama. Mengingat harganya yang sangat mahal bahkan selama ini aku hanya cukup mengkhayal untuk bisa memilikinya.
Masih dalam iringan isak tangisnya, Ibu Joyce kemudian membuka kotak yang satu lagi. “Ini, lihatlah ini, Ko.., aku j
Hot Chapters