Aku Menyerah, Mas!
Rasanya ingin segera menerkamnya dan mendaratkan bibir ini di tempat yang sama andai tidak sedang berada di tempat umum.
“Dek, bangun, sebentar lagi subuh. Ayo kamu ke kamar mandi dan kita cek bareng-bareng.” Membangunkan istri yang masih terlelap mengarungi mimpi, dan dia menggeliat manja di balik selimut yang membungkus tubuhnya.
“Memangnya jam berapa, Mas?” tanyanya dengan suara serak, khas orang baru bangun tidur.
“Jam empat. Di musala juga sudah tarhiman. Buruan Sayang, bangun, apa mau Mas gendong ke kamar mandi?”