Ifat
Segera saja bulu kudukku berdiri saat teringat pada ‘flash-flash’, yaitu kilatan mimpi yang pernah kualami dalam tidur dan pingsanku.
Di dalam penglihatan yang serba samar itu aku melihat Ucon sedang bergulat dengan ular phyton, di mana aku juga melihat wanita-wanita yang namanya aku sebut ketika mengigau.
Lalu pada ‘flash’ yang terakhir aku melihat Joni yang sedang memberikan bunga kamboja kepadaku.
“Aku beri tahu kamu ya, Fat. Sekarang ini, sekitar lima puluh persen pekerja sedang terserang penyakit malaria. Sementara bekal obat-obatan di sini sama sekali tak ada. Bayangkan itu, Fat!”
Hot Chapters