BARA CINTA TERLARANG
“Jeje tanya, dia bilang dia lajang, tidak laku. Jeje percaya karena setiap hari kami selalu bersama. Kalau Jeje pulang kuliah ke apartemennya, tidak pernah ada perempuan.Jeje percaya. Entah mengapa Jeje malah yang suka cemburu. Akhirnya terjadilah , kami melakukannya. Kami melakukannya karena kami saling mencintai.”
“Kalian hidup bersama tanpa menikah? Menikah siripun tidak?” tanya mama.
Aku menahan tangisku, ada sesak di dadaku mendengar perkataan mama.
“Sebenarnya Jeje tidak ingin hamil,Jeje belum siap menjadi ibu, hamil , melahirkan dan merawat anak, tidak ingin kuliahku terganggu. Jeje tidak ingin cita-citaku dihalangi dengan menikah, punya anak dan urus anak. Ribet!”
Sikat na Kabanata