KAKEK TUA itu SUAMIKU
"Bukankah tujuanku menikah dengan Dinda supaya Dinda bisa memberikanku anak laki-laki? Kalau dilarang hamil mana bisa melahirkan anak laki-laki?"
"Bukan dilarang, tapi tunggu pernikahan kita sah dimata hukum dan agama."
"Kita bicarakan ini lain kali, lagian Kanda juga belum menyentuhmu, atau sekarang sudah siap?" Pertanyaan suamiku membuatku bergidik ngeri, segera kugelengkan kepalaku pertanda aku belum siap.
"Aku ngantuk, mau tidur dulu. Selamat malam." Daripada membicarakan hal itu lebih baik aku tidur. Kutarik selimut sampai ke leher kemudian aku tidur dengan membelakanginya.