JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU
“Hih, astaghfirullah! Ngomong opo toh, Neng?”
“Enggak, Yang. Imel bilang kan tadi hanya mimpi. Imel sering mimpi aneh, seperti di masjid itu. Imel salat sambil mimpi. Kata orang Imel kerasukan, tapi Imel rasa sedang bermimpi. Dua pemuda menemani kambingnya di pinggir pemakaman, lama-lama mereka berhikayat tentang kematian orang dan siksa kubur. Lalu dia seperti membicarakan Imel, ‘Cepat, katanya. Kita makamkan perempuan ini, waktunya sudah habis’ dan Imel tidak mengerti arti semuanya, Yang.”