Setahun Menikah Masih Perjaka
sahutku.
Sebuah pengalaman baru, naik motor dengan Adit. Walaupun kerepotan saat harus duduk menyamping, aku cukup senang dengan momen ini.
"Pegangan, nanti kau jatuh."
Dengan ragu, kusentuh pinggang Adit. Keras dan liat, aku tahu pasti betapa kekar dan berototnya pria ini. Canggung, tentu saja. Baru kali ini kami jalan berdua menggunakan motor, duduk merapat dan tak memberi jarak seperti biasanya. Andaikan, masa lalu buruk itu tidak ada, tentu aku memiliki kepercayaan diri yang tinggi, kepercayaan diri bahwa aku pantas bersama Adit.
Capítulos Populares