DILEMA DUA HATI
“Maaf, Bu. Apa Ibu tak curiga, andai kata …. “ Perkataan Gu menggantung di udara, segan ia sebenarnya tapi sudah telanjur terucap.
“Andai kata Hamis menikah lagi, begitu maksudmu bukan?” Sarah tahu isi kepala Gu, sama dengan apa yang ia khawatirkan setiap hari. “Kalau memang iya, biarlah jalan penantianku ini menjadi wasilah untukku menggapai surga. Toh, laki-laki dibolehkan untuk menikah lagi walau istrinya masih hidup. Aku ikhlas kalau memang iya, walaupun Hamis melupakanku di sini. Kesetiaanku padanya akan kujadikan alasan pada Allah agar menjauhiku dari siksa neraka nanti.” Agak membayang mata Sarah menjelaskan hal demikian. Jujur ia tak kuat andai memang iya Hamis menikah lagi dan melup
Chapitres populaires