Membalas Kesombongan Mantan
Rasanya tidak sabar ingin segera sampai di rumah baru.
Kata Aldi, rumah yang baru saja dibelinya sudah dibersihkan, dan diisi dengan perabotan. Meskipun tidak banyak, dan hanya perabot yang penting saja, tapi itu sudah membuatku senang.
Aku sudah menyiapkan agenda setelah nanti di rumah baru. Salah satunya, bertamu ke rumah Haikal. Ah, bukan rumah Haikal, tapi rumah istrinya.
"Duh, yang mau ke rumah baru, seneng banget kayaknya," ujar Aldi menggodaku.
Hot Chapters