The Peacemaker
“Jangan merasa bersalah, Sayang. Kita semua punya peran. Dan pengorbanan Arga, keputusannya untuk melangkah pergi demi misi yang lebih besar, itu justru yang membuat kita bisa menikmati momen-momen seperti ini. Ia tahu itu. Ia tidak akan menyesalinya.”
Maya mengangguk pelan, mencoba percaya. Namun, di dalam hatinya, terbesit perasaan aneh, semacam firasat samar. Kedamaian ini, apakah akan bertahan selamanya? Atau ada harga yang belum terbayar?
***
Di markas pusat The Peacemaker, Darren Kloghs menunjuk peta digital yang terproyeksi di dinding. Titik merah yang melambangkan Faksi Elang sudah menghilang, digantikan oleh lingkaran kuning pudar.
Hot Chapters