Suamiku CEO, Pacarku Anak Magang
Kuku-kukunya menancap ke telapak tangannya sendiri, berusaha mengalihkan rasa mual yang melilit perutnya mendengarkan perdebatan itu.
"Menarik," gumam Nael rendah. Ia menyesap anggurnya, lalu meletakkan gelas kristal itu ke atas meja. "Namun rahasia sering kali hanyalah ilusi bagi mereka yang tidak tahu fakta sebenarnya."
Nael mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan. "Misalnya, seorang pria bisa saja mengagumi sepotong karya seni di museum, memujanya setiap hari, bahkan merasa memiliki ikatan batin dengan lukisan itu."