Selubung Memori
Firdaus Callistakering sudah air matakumadara aku hampir matisaat air mataku mengalirtangan di sayat berdarah
tanyaku.
“Kau menawarkan?”
“Aku suka jawaban tidak.”
“Oke, tidak.”
Maka itulah yang terjadi. Aku melipat kaus dengan tulisan Padang Anushka di bagian depan. Banyak warna. Kupikirkan apa arti semua warna ini. Ada empat warna primer, semuanya dipakai. Tidak ada warna sekunder atau tersier. Aku tidak pernah memikirkannya karena biasanya langsung mengambil kaus ukuranku, tetapi kupikirkan kausku banyak berwarna merah dan—aku meminta Mika warna hitam. Mika tidak biasa membuat busana berwarna hitam, kecuali seseorang memintanya. Dia bilang, “Aku benci suram. Aku sudah cukup suram, jadi jangan buat aku lebih suram lagi dengan memproduksi kaus-kaus berwarna suram.” Jadi, hampir semua busana buatan M
人気のチャプター