Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda
Aditia mengarahkan telunjuk pada sebuah daun pintu berbahan papan yang berada kira-kira satu meter dari tungku.
"Baik Dek, terima kasih, kalian lanjutlah mainnya," kataku, menyesal telah mengganggu aktivitas anak-anak ini. Seharusnya tadi itu aku langsung saja kesini tanpa perlu minta bantuan mereka.
"Kami di depan ya, Om!"
Lagi-lagi dia mengatakan itu, aku langsung mengiyakannya.
Kamar mandi, cuci, dan kakusnya yang lumayan baik. Meskipun closet-nya hanya closet paling standar, ruangan tanpa keramik sama sekali, dan hanya menggunakan semenisasi, tapi MCK-nya ini cukup layak.