Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Another Maze

Another Maze

Monster aneh itu setinggi tujuh meter, berbadan kurus, berambut kepang dua, berkaki enam dan bermahkota putih. Seluruh anggota suku terpukau. Mereka sampai menggelengkan kepala saking terkejutnya. Mata Hans juga tiada berkedip menatap penasaran. “Inikah Hexeneye?” ***
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai mog
Baca
+Pustaka
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Rasa takut dan ngeri kembali menyerang saat joki meliak-liukan lanting menghindari batu-batu besar yang ada di sungai. Berbanding terbalik dengan nyaliku yang semakin menciut. Mas Adry semakin tertantang menikmati alat transportasi yang memacu adrenalin itu. Ia kemudian berdiri merentangkan kedua tangannya lalu berteriak. "I love you Deviiiiiiii!"
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai mog
Baca
+Pustaka
NODA

NODA

Papa bertanya dengan nada setengah marah setengah khawatir. "Bukan, bukan begitu." "Lalu?" "Megan ingin punya deposito. Uang Megan masih kurang. Megan terlanjur tanda tangan," bujukku. "Oalah, berapa?" Mama terdengar sangat lega begitu mendengar jawabanku. "Satu ...." "Satu?" tanya Papa. "Seratus juta mungkin, Pa?" Mama pun menimpali. "Bener seratus juta, Megan?" Papa memastikan.
9.9189.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.3K kali sebagai mog
Tampilkan Ulasan (36)
Baca
+Pustaka
lilis lilis
keren habisss... singkat padat jelas tidak bertele tele. romantis, sedih dan happy ending. tbanyak pelajaran yg bisa dipetik dari kisah ini. terimakasih sudah menyuguhkan cerita yg alurnya seperti kehidupan nyata.
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Hot Mother

Hot Mother

bujuk Sofia El menggeleng cepat. “No, Mom.” Sofia mendesah kasar. Dia tahu El anak yang seperti apa. Anak itu begitu keras kepala, mewarisi sifat yang ada dalam dirinya. Melihat hal itu Kenzo segera mendekatkan bibirnya ke telinga anak berumur empat tahun tersebut, dan membisikkan sesuatu. Entah apa yang dibisikkan oleh Kenzo, Sofia dapat melihat El yang mengangguk antusias sembari tersenyum lebar, jangan lupakan tangannya yang menutup mulut yang hampir berteriak.
1051.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai mog
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Savitri
novel ini keren banget sih kalo kata gue ya... Melihat sisi lain dari kehidupan seorang wanita yang memang seringkali tuh kompleks banget. Apalagi seorang single parent yang memang ga mudah. Nice book to read nih, guys!!
Amy_Asya
Halo, semua. Terima kasih kepada para pembaca setia dari buku-buku aku. Kali ini aku datang dengan cerita baru lagi. Jangan lupa mampir ke profil aku, atau bisa langsung cari judul "Dekapan Panas CEO Arrogant" di kolom pencarian. Terima kasih, dan selamat membaca
Baca Semua Ulasan
AURORA

AURORA

tanyaku dengan suara berbisik, “Apakah akan aman jika tetap berada di dalam mobil?” “Asalkan kau tidak bersuara, kita akan aman,” jawab Jake dengan mata yang terus memperhatikan salah satu ghoul yang mendekati kami, “Mereka tidak memiliki hidung. Sepertinya karena efek mutasi lanjutan mereka. Tapi, mereka sangat sensitif dengan suara dan cahaya.” Jake memang meminta kami untuk tetap tenang. Tetapi tetap saja, kami menyiapkan senjata kami jika saja mereka menyadari keberadaan kami di dalam mobil ini.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai mog
Baca
+Pustaka
Mon Amour

Mon Amour

Hanya saja, ia terlalu sayang untuk melakuakn hal itu karena takut kepala sang putra akan mengalami luka. “Mama tak tahu jika kebodohanmu begitu besar, Vi. Atau, apakah panas terik yang tadi membakar bumi sudah mengambil kewarasanmu sedikit demi sedikit? Kurasa setelah ini Mama harus memberikanmu air putih yang banyak agar konsentrasimu kembali. Bukankah di televisi ada iklan yang mengatakan kurangnya air minum bisa menurunkan daya konsentrasi?”
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai mog
Baca
+Pustaka
METEOR

METEOR

Ketujuh cowok ganteng turunan dewa Zeus itu pun menuju markas Meteoroid, dimana barang-barang yang berbahaya seperti golok, celurit, pisau lipat, hingga kapak dan pistol tersimpan rapi di ruang bawah tanah. Juna semakin khawatir saat kondisi markasnya dari depan seperti di demo habis-habisan oleh Batalion. Kaca pecah, dan beberapa darah yang tercecer dimana-mana. Suara teriakan, memohon ampun, minta tolong menjadi satu. Juna dan keenam bawahannya memasuki markas Meteoroid. Namun Juna harus melumpuhkan beberapa penjaga di ambang pintu itu.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai mog
Baca
+Pustaka
Mistpouffer

Mistpouffer

tanya Alora sambil mengacak-acak rambutnya. “Tunggu, jangan bilang si Archie-Archie yang kamu bilang tadi tuh juga bukan manusia?” tanya Namika dengan tatapan melongo. “Sadly, yes. Kekuatanku juga enggak berpengaruh ke Archie karena dia nih keturunan peri! Astaga, siluman harimau sama siren kan masih masuk akal karena memang ada di mitologi Indonesia. Ini peri lho!” pekik Alora.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai mog
Baca
+Pustaka
Melawan Kehendak Dewa

Melawan Kehendak Dewa

jelas Mu Yingxin cepat. "Oh? Pria tua dari jalan iblis? Siapa namanya?" tanya Ling Yan dengan ekspresi wajah gelap. "Pria itu memiliki nama yang cukup besar di sekitar sini. Panggilannya adalah pria tua Mogu, dia memiliki ranah kultivasi tingkat 9 Inti Emas," jelas Mu Yingxin dengan ekspresi serius. "Pria tua Mogu ya... Aku mengingat nama ini dan pasti akan membalasnya dengan buruk ketika aku ketemu dengannya di masa depan," ucap Ling Yan sambil mengeluarkan aura berbahaya dari dalam tubuhnya.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai mog
Baca
+Pustaka
AMORAGA

AMORAGA

"Ini, si Raga. Dia chat gue." Gita yang tengah mengunyah cokelatnya langsung terbatuk mendengar sebuah nama yang Amora sebutkan. Cewek itu langsung berlari menghampiri Amora dan mengambil alih ponsel itu untuk memastikan sendiri. Ternyata benar ... Itu Raga. "Gila! Ini, sih, keajaiban dunia ke delapan setelah petra di Yordania." Gita mengambil ponselnya lalu memotret pesan dari Raga.
109.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai mog
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status