Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Batal Di Madu

Batal Di Madu

Kesal dan marah saat Rama membersihkan pakaiannya, dia baru teringat kalau ada sebuah rencana yang telah dia susun. “Astaga! Bodoh!Bodoh! Kenapa aku terperangkap di toilet ini? Aku kan ... sial! Kenapa aku juga minum jus orange itu? Kenapa aku menjadi bodoh seperti Viona? Aku harus menemui Viona sebelum obat itu bekerja dan semua orang tahu apa yang aku lakukan kepada wanita itu,” geram Rama sendiri yang menjadi korban atas perbuatannya sendiri. Namun,, saat keluar dari toilet lagi-lagi perut Rama terasa diaduk-aduk, sehingga dia harus mengeram dia toilet.
7.7K viewsCompletedAdded to Library 176 Times as mountain of madness
Read
+Library
RACUN UNTUK MADUKU

RACUN UNTUK MADUKU

Wanita itu mengeluarkan sikap aslinya. Ilham masih tidak bergeming, membuat Maura semakin naik pitam. Wanita itu menjambak rambut Ayu sedikit menariknya. Ayu yang tidak tahu menahu langsung saja spontan berusaha mempertahankan diri. Didorongnya Maura hingga terjungkal. Sepatu heelsnya begitu tinggi hingga membuatnya kehilangan keseimbangan. "Au … Mas." Maura berteriak. Dia meringis dibawah sana.
18.9K viewsCompletedAdded to Library 509 Times as mountain of madness
Read
+Library
Mistpouffer

Mistpouffer

Namika segera menghampiri Aruna dengan wajah khawatir. Mutia tahu jika mereka tidak memiliki waktu untuk beristirahat saat tubuh Luke beregenerasi. Mata perempuan itu mengarah ke Sirius yang sedang melawan anggota-anggota Rajani. "Namika! Kamu bantu Sirius!" pekik Mutia dan keponakannya itu mengangguk. Aruna kembali menembak tubuh Luke yang kini terlihat sangat menyeramkan. "Sial.." maki Mutia. Dia bisa melihat tubuh Luke yang menjadi sangat besar. Dia lebih mirip seperti monster dibandingkan manusia. Mutia sudah tidak bisa melihat kemanusiaan lagi di matanya itu.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as mountain of madness
Read
+Library
Neraka untuk Maduku

Neraka untuk Maduku

Dia berdiri menghampiriku, mendengus ke arahku, kemudian memegang rambutku. "Oh," ucapnya kemudian yang membuatku salah tingkah. "Indah membanting hpnya, apa ada hubungannya denganmu?" Selidik Bunda. Aku mengangkat daguku dengan mata membulat. "Dia marah-marah nggak jelas, terus di banting hpnya." "Ibu dimana?" "Ibumu keluar, pengen makan Bakso di dekat taman." "Indah?" "Ada di kamar mandi barusan masuk," jawab Bunda. "Stress dia, dah puluhan kali bolak balik kamar mandi. Ramuan Ibumu manjur," lanjut Ibu.
106.5K viewsOngoingAdded to Library 227 Times as mountain of madness
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

Mawar balik bertanya. "Oh astaga, apa dia sudah gila?" Nico seakan sadar, Papanya mungkin saja mencoba meluluhkan hati Mawar agar bersedia kembali padanya. Dia harus meminta penjelasan kepada papanya tentang ini. Dalam sejarah, seorang Sadlers tidak pernah menundukkan kepalanya pada siapapun apalagi sampaj berlutut seperti yang Mawar katakan. "Ya... papamu sudah gila, bahkan anaknya lebih gila, pria tidak waras, dia bahkan hampir membunuh seluruh penghuni rumahku dengan bom, bisa kau bayangkan betapa gilanya ia?"
106.0K viewsOngoingAdded to Library 155 Times as mountain of madness
Read
+Library
Mon Amour

Mon Amour

Mengingat selama ia bahkan tak pernah menceritakan apa yang ia rasakan pada siapapun. “Aku tak begitu menyukai pegunungan,” jawab Farrin. Setelah memalingkan wajahnya dari Vian, kini giliran Vian yang menatap Farrin dengan tatapan intensnya. “Bagiku, pegunungan itu menakutkan. Tak ada yang tahu apa yang tersembunyi di dalamnya. Ketika berada di sana, kau tak akan tahu apa yang tengah mengintaimu. Apa lagi saat kau di bawah pohon dan sekelilingmu juga pepohonan. Menurutku, di dalam pegunungan sama seperti kedalaman lautan. Banyak hal yang tak bisa dijelaskan. Jika pantai, kau hanya perlu berdiri di atas pasir untuk menikmati anginnya. Kebanyakan daerah pantai juga mudah di jangkau oleh kendar
108.4K viewsCompletedAdded to Library 270 Times as mountain of madness
Read
+Library
MANT(en)AN

MANT(en)AN

Kuarahkan tatapan pada Ridho dan semua pasukannya dengan penuh dendam. “Habisi dia!” perintah Ridho sembari menyeringai. Semua pasukan lelaki berambut mohawk tersebut akhirnya maju dan membuat riuh suasana di sekitar. Beberapa dari mereka dapat kuhantam mundur, tetapi mereka yang membawa kayu dan besi akhirnya mengoyak-ngoyak tubuhku hingga tak berdaya sama sekali. Aku rubuh untuk kesekian kalinya dan terempas di atas tanah sembari terpekik kesakitan.
103.2K viewsOn holdAdded to Library 86 Times as mountain of madness
Read
+Library
MONSTER

MONSTER

Aku semakin larut dalam aksi mencari tahu siapa itu Joan sampai-sampai tidak sadar kalau Irish dan teman-teman yang lain berteriak karena ada bola basket mengarah kearahku. Tepat. Iya, bola basket itu tepat kena kepalaku. Wah, tiba-tiba ada banyak sekali burung terbang mengelilingi kepalaku. Sampai akhirnya aku menjatuhkan ponselku dan semuanya gelap. ********* Aku membuka mataku dan pandangan yang pertama kali aku lihat adalah Irish yang sedang menyodor-nyodorkan minyak kayu putih ke arah hidung ku. Padahal dia tahu kalau aku membenci bau itu.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as mountain of madness
Read
+Library
Mandul

Mandul

panggil Ayus pada orang yang terlihat paling berkuasa. "Aku berikan waktu selama 1 minggu. Jika kau masih belum bisa membuat perusahaan ini stabil, maka aku akan menarik semua investasiku di perusahaan ini. Jangan membuatku kecewa!" Lelaki itu pergi dengan angkuhnya diikuti para kaki tangannya. Melewati Ayus begitu saja yang tengah berlutut. Entah bagaimana bisa perusahaannya tiba-tiba mengalami masalah. Bahkan semua itu hampir mendekati collapse! Terlebih, waktu yang diperlukan hanya satu malam! Sungguh sangat tidak mungkin jika orang biasa yang melakukannya. Hanya orang berkuasa yang bisa membuat hal yang mengerikan seperti itu.
105.1K viewsOngoingAdded to Library 137 Times as mountain of madness
Read
+Library
METAMORFOSA

METAMORFOSA

dumelnya. Pemuda remaja itu adalah Matheo Demonte Azekiel, anak pertama dari pasangan Melviano Azekiel dan Kaila Mahestri. Matheo ini memiliki darah blasteran California—Indonesia. Wajahnya yang bule membuat remaja seusianya sering kagum saat melihat parasnya yang tampan. Ia sering disapa dengan panggilan Matheo. Tapi, itu tidak berlaku bagi Kaila—sang Mommy. Kaila memanggil anaknya dengan panggilan Mamat. Nama panggilan itu sempat menjadi kontroversial antara Melviano juga Kaila. Di mana Melviano tidak setuju anaknya dipanggil Mamat. Namun, dengan dalih yang sangat kuat dari Kaila akhirnya Melviano setuju jika Matheo dipanggil Mamat dengan catatan hanya Kaila saja yang memanggil itu.
1018.0K viewsCompletedAdded to Library 396 Times as mountain of madness
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status